Devan mondar-mandir seraya bertolak pinggang. Ia tidak habis pikir, bagaimana mungkin Arkan bisa menghancurkan mobil yang dulunya milik Gibran. Dulu Arkan memang memaksa minta mobil itu, meskipun sebenarnya Devan menawarkan untuk membelikan mobil baru. Kini, Mobil itu penyok di bagian depan, karena menabrak sebuah pohon, dan itu semua karena Arkan. "Kamu ini gimana, sih, A? Nyetir itu hati-hati! Jangan sok jagoan kebut-kebutan! Lihat, mobil Kakak kamu jadi penyok sekarang, padahal dulu Gibran sangat menjaga mobil ini," marah Devan. Devan benar-benar sedang pusing dengan masalahnya. Tugas kantor menumpuk, tadi Arlan sempat kembali mendapat serangan hingga harus terjebak di ruangan ICU selama beberapa jam, dan sekarang Arkan pulang dengan kondisi mobil penyok. Lengkap. Sambil menahan denyu

