Chapter 21

1799 Kata

Elena duduk seorang diri di tribun lapangan basket indoor. Ia berusaha menata kembali hatinya yang semula hancur. Elena tidak pernah menyangka kalau mencintai seseorang akan sesakit ini. Mungkin bukan cinta yang salah, mencintai orang yang salahlah yang membuat dirinya terjebak dalam rasa sakit. Menyesalkah Elena mencintai Arlan? Ya, mungkin. Derit pintu memaksa Elena menghentikan aktivitas menangisnya. Siapa pun itu, Elena menyesalkan kehadirannya, karena jujur Elena sedang ingin sendiri. "El," panggil orang itu. Elena berbalik dan mendapati Arkan berdiri tak jauh darinya. "Lo kenapa?" tanya Arkan. "Sakit." Arkan mengambil posisi duduk tepat di samping gadis itu. "Karena apa?" tanyanya kemudian. Tadi, Arkan memang langsung berinisiatif mencari Elena ketika tak mendapati gadis itu di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN