Pagi harinya, Arlan benar-benar kembali bersekolah. Meskipun wajahnya masih sangat pucat. Zee sempat memoleskan lip balm di bibir Arlan. Meski terkesan seperti banci setidaknya lip balm itu bisa sedikit menyamarkan rona-rona kepucatan di wajah Arlan. Arlan dan Zee turun dari sebuah taksi. Tangan keduanya bertautan, kemudian melangkah menyusuri koridor sekolah. Arlan sudah berjanji untuk melindungi gadis itu, terutama setelah mendengar kalau Zee paling korban perundungan yang dilakukan teman-teman atau bahkan kakak kelasnya, dan Arlan tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi. "Adek!" Suara orang yang berseru memanggilnya itu tentu Arlan sagat hafal suara siapa, tapi Arlan tidak ingin bincara dengan siapa pun kecuali guru mata pelajaran dan Zee. Ketika mereka tak bisa menjaga perasaanmu,

