Sesampainya di rumah, Arlan langsung dibiarkan beristirahat, sedangkan mereka; Salma, Inka, dan Devan, bicara serius di ruang tamu. Salma tentu tidak akan tinggal diam setelah melihat apa yang terjadi pada cucu kesayangannya. Sudah tersiksa hatinya, disiksa pula fisiknya. "Mama akan membawa Arlan pergi dari rumah ini," ujar Salma dengan nada suara yang begitu dingin. Pernyataan Salma itu kontan mengundang reaksi terkejut dari Inka juga Devan. "Kenapa, Ma?" tanya Inka. "Kamu pikir Mama suka melihat Cucu Mama tersiksa di rumah ini? Tidak Inka." "Ma, tolong beri kami kesempatan. Kami akan memperbaiki semuanya. Kami janji," lirih Devan. Salma tersenyum miring,"Memperbaiki? Memperbaiki atau memperburuk? Kurang puas kalian menyakiti hati Arlan, sampai-sampi kalian beralih menyakiti fisikny

