Sherly sedang berbelanja di sebuah mall dan melihat suaminya sedang bermesraan dengan Samira. Dugaannya benar selama ini suaminya selingkuh dan sekarang dengan mata kepalanya dia menagkap mereka berdua. Sherly menfoto mereka berdua. langsung mengirimkannya kepada dimas dan juga asistennya.Kemudian dia menelepon asistennya.
"Bagaimana dikantor?"kata Sherly dengan nada tegasnya.
"Baik,bu. ada beberapa klien yang menunggu kehadiran ibu. Para pemegang saham mulai gelisah."kata Asistennya lagi.
"Aku akan mengadakan rapat penting setelah Samira aku masukkan kedalam kantor. Denganh atau tidak sengaja."kata Sherly tersenyum licik.
"Bukannya itu berbahaya,Ibu?"kata Anas dengan nada kesal.
"Aku sudah membuat rencana.Nanti beberapa client yang ingin bertemu saya bisa kamu. Berikan nomor saya yang baru."kata Sherly memberitahu.
"Sudah kuduga,lagipula apa yang bisa saya bantu lagi,bu akan saya bantu."kata Anas semangat.
"Terkesan konyol Anas namun Dimas dan kamu memang harus bekerja sama dalam hal konyol ini. Karena kalian adalah kepercayaan saya."kata Sherly lagi dengan nada meyakinkan.
"Apa itu?"kata Anas sedikit kebingungan.
"Saya minta tolong,kepada kalian untuk mengumpulkan bukti perselingkuhan suami saya. Dengan bagian keuangan dikantor. Cari tahu dana kantor mengalir kemana selama saya tidak ada."Tegas Monica memberikan aba-aba.
"Baik,bu. Client ingin bertemu ibu sudah ada. Apakah bersedia Ibu menemuinya?"kata Anas lagi.
"Iya, Tunggu di Restaurant VVIP Anggrek."kata Monica dengan nada tegasnya.
"Saya kirim,laporannya juga mengapa dia ingin kasus ini segera ditindaklanjuti."kata Anas lagi.
"Baik,tenang saja."kata Monica meyakinkan.
"Begini mengenai suami ibu sebenarnya beberapa hari ini dia bersama seorang wanita muda. Kami sudah memperingatkannya tidak.membawanya ke kantor sepertinya Suami Ibu sangat pembangkang."kata Anas menjelaskan persoalnnya.
"Biar urusan ini menjadi urusan saya sajah."kata Monica dan menutup teleponnya.
Monica mempersiapkan diri menghadapi Client. Monica yang sangat cerdas menemukan sebuah solusi agar Client terhindar dari sebuah pinalti tidak masuk akal.
Monica melajukan mobilnya membelah langit Jakarta siang ini. Client bernama Andrew kemudian tiba dan membawa banyak dokumen sebagai bukti tambahan.
"Selamat siang,ibu atas nama Monica Sherly?"kata oelayan itu ramah.
"Iya, Ibu sudah bisa masuk dan silahkan ini menu kami."kata pelayan itu lagi.
"Baik,Terimakasih."kata Monica ramah.
Tidak lama kemudian seorang laki-laki datang menghampiri meja Monica dan dengan eamah menjabat tangannya.
"Silahkan duduk,pak."kata Monica ramah.
"Baik,Terimakasih.Ngomong-ngomong berkas tambahan kalian perlukan untuk.membela saya.Halo nama saya Andrew Hudston. Panggil saja Andrew."kata Andrew memjabat tangan Monica ramah.
"Baik,setekah saya pelajari ternyata banyak celah dalam dokumen ini.Seprrti pada bagian 2 halaman 15 ini. Bisa dilihat disini bahwa Bapak tidak mwlanggar hukum karena karyawan Bapak membawa sebagian uang."kata Monica menjelaskan dengan rinci.
"Hem,betul makanya memerlukan sebuah perlindungan hukum. Ini akan berdampak pada karir saya."kata Andrew tegas.
"Jadi akar permasalahannya. Ketika seseorang membawa kabur suatu barang dan atau benda lainnya tanpa persetujuan dari pihak terkait maka akan dikenakan sanksi hukuman menurut Penggelapan keuangan diatur dalam Pasal 372 KUHP (pidana penjara maks. 4 tahun) untuk penggelapan umum, dan Pasal 374 KUHP (penjara maks. 5 tahun) untuk penggelapan dalam jabatan/pekerjaan. KUHP Baru (UU 1/2023) juga mengatur hal ini dalam Pasal 486 dan 488. Unsur utamanya adalah memiliki barang milik orang lain secara melawan hukum yang berada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan. "kata Monica menjelaskan dengan rinci.
"Jadi kemungkinan saya Wan prestasi bisa dikurangi?"kata Andrew terkejut.
"Tentu yang membawa kabur uang perusahaan anda adalah Tersangkanya dalam kasus ini. Apalagi dia sudah menadatangani perjanjian pekerjaan dengan anda,bukan?"tegas Monica dengan nada menelisik.
"Baik,jadi saya masih bisa menjalankan usaha saya."kata Pak Andrew menegaskan.
"Kita harus menangkap karyawan perusahaan bapak dulu.Dan menyerahkannya kepada oihak berwajib. Saya punya kenalan dektektif swasta pasti dia bisa membantu bapak."kata Monica dengan nada tenangnya.
"Untuk masalah pembayarannya bagaimana,ibu Monica?"kata Pak andrew bertanya.
"Bisa mengirimkan uang kerekening perusahaan saya. Dan saya akan memberikan nomor telepon teman saya kepada anda."kata Monica dengan nada tenang.
"Baik,nanti saya akan mentransfernya."kata Pak andrew kepada Monica tenang.
"Kalau begitu terimakasih."kata Monica dengan nada senang.
"Kalau boleh tahu mengapa sekertaris anda yang menghubungi saya ke tempat ini dan bukan meeting diperusahaan anda?"kata Pak Andrew merasa aneh.
"Untuk masalah itu. Ada sedikit kendala dikantor saya. Kurang elok menerima tamu tapi kantor saya sedang berada dalam renovasi. Membuat anda tidak nyaman bukan?"kata Monica berdalih.
"Yang benar saja,aku setuju. Lagipula ruangan VVIP dan sangat nyaman. Semoga urusan saya kelar."kata Pak Andrew senang.
Pelayan mengelurakan makanan telah dipesan setelah ada aba-aba dari Monica. Mereka berdua mentap hidangan dengan sangat bahagia.
"Pak, jadi ini perusahaannya termasuk dalam bidang Jasa?"kata Monica kembali bertanya.
"Betul,saya direktur utamanya. Karena berbentuk PT makanya banyak kolega saya yang ingin, saya turun karena menganggap saya wan prestasi."kata Pak Andrew kembali.
"Menurut Hemat saya tidak bisa dikatakan Wan Prestasi,bukan bapak mengambil uang perusahaan untuk kepetingan pribadi. Apalagi dalam kasus ini sampai dibawa kabur."kata Monica menjelaskan biduk permasalahan secara jelas
"Anda bisa menuntut oknum-oknum tersebut sebagai bentuk pencemaran nama baik."kata Monica menambahkan.
"Hem,baik,bisa ditambahkan dalam klausal kasus saya?apakah ada biaya tambahannya?"kata Pak Andrew.
"Untuk itu ada nanti saya kirimkan.Jika mereka masih menuntut,anda. Saya rasa bisa menjebloskannya kedalam penjara."kata Monica dengan nada yakin.
"Kalau begitu saya percayakan kepada anda."kata Pak Andrew senang.
"Baik,terimakasih juga waktunya."kata Monica dan berjabat tangan dengan Pak Andrew sebagai kata sepakat.
"Baik,Terimakasih sudah membantu saya."kata Pak Andrew tersenyum senang.
Monica merasa lega setelah kepergian Pak Andrew selaku Clientnya. Monica menelepon Anas.
"Anas,malam. Saya ingin memberitahukan beberapa masalah Pak Andrew sudah ada titik terangnya. Dokumennya saya kirim ke kamu."kata Monica dengan nada tegas.
"Baik,saya mengerti,ibu.Ada lagi?"kata Anas bertanya kembali.
"Pastikan pembayaran Pak Andrew sebesar RP 200.000.000,- sudah termasuk biaya tambahan untuk Kolusal lainnya. Atas nama PT kita."kata Monica menegaskan lagi.
"Mengenai hal lainnya bagaimana,bu?"kata Anas dengan nada hati-hati.
"Maksudmu masalah pribadiku. Tenang ada Dimas. Bagian keuangan akan aku ancam jika berani macam-macam dengan uangku. Akan kujebloskan dia ke penjara."kata Monica dengan sedikit amarah.
"Baik,bu.Dimengerti dan saya laksanakan."kata Anas sedikit terkejut.
Monica kembali kerumahnya dengan rasa sedikit aman.
*****
Surya pusinh dengan apa yang terjadi Samira sekarang kembali berulah. Surya merasa sedikit kesal dengan Samira
"Mas,kenapa kartu kreditku tidak bisa digunakan sih?"kata Samira dengan nada kesal.
"Menurutmu?kamukan sudah aku suruh jaga Monica dulu."kata Surya dengan nada marah.
"Kenapa harus aku?"kata Samira dengan nada kesal.
"Karena aku mempunyai firasat dia merencanakan sesuatu."kata Surya dengan nada kesal.
"Maksud mas apa?"kata Samira dengan nada tergugu.
"Dia bukan orang bodoh Samira,kamu pikir setelah kejadian itu dia akan memaafkan kamu?"kata Surya dengan nada marah.
"Iya,dia sedang dalam keadaan vegetatif bukan?"kata Samira berdalih.
"Setidaknya dia masih bernafas. Memang dia kelihatan lemah tapi bisa sajah dia membunuh kita berdua nantinya."kata Surya berteriak kesal.
"Sudahlah,mas. Jangan terlaku curiga. Temanku bilang obat itu sangat ampuh fungsi otaknya akan ternganggu."kata Samira kesal.
"Baik,jika ucapakanku terbukti aku harap kamu bisa selamat dan jangan cari aku untuk perlindunganmu."kata Surya kesal.
"Alah,paling,mas. yang Menuntut perlindunganku."kata Samira dengan nada mendecih.
"Sekarang kamu keluar dari kantorku,Samira."kata Surya mendorong badan Samira keluar dari ruangannya.
Jleb bunyi pintu berbunyi. Merry sedikit terkejut hanya diam. Merry tahu bahwa Surya marah dengan selingkuhannya karena ulah tidak bermoralnya sendiri. Usaha surya sedikit mengalami kekacauan.
******
Sementara itu setelah mendapatkan bukti bahwa diperysahannya ada korupsi antara Juan dan Bunga Sara sang sekertarisnya.
Alex langsung menyuruh Natal mengsave semua percakapannya.
"Natal,minta tolong save semua data-data ini dan kirim kealamat ini."kata Alex dengan nada pasti.
"Baik,ada uangnyakan?"kata Natal bertanya.
"Nanti aku tf jika kamu berhasil."kata Alex dengan sedikit berkedip.
"Baiklah,yang penting uangnya bisa cairkan?"kata Natal sedikit menggoda Alex.
"Sejak kapan uang ngak bisa dicairkan?"kata Alex bingung.
"Yaelah,bercanda bro."kata Natal tertawa.
"Eeh,busyet kirain beneran."kata Alex sedikit kesal.
"Yahsudah,gw jalan dulu."kata Natal dengan nada tenang.
Alex kemudian menghubungi supir pribadinya untuk mengantarnya keapartemennya dulu.
"Tuan,ada dimana?"kata sang supir.
"Jemput aku di jalan xxx."kata Alex dengan nada datar.
"Baik,segera meluncur."kata Sang supir.
"Jangan lama-lama takut saya di curigai"kata Alex dengan nada memerintah.
Sepeninggal Alex dari rumah Bunga sara, Ibu Bunga merasa senang anaknya mempunyai teman yang baik. Merasa dunia anaknya itu bagus dalam segi pergaulan merasa tidak sia-sia dia bekerja. Namun Bunga baru pulang sekitar jam 9 malam.
"Nak, tadi temanmu ada yang kesini."kata ibu Bunga
"Siapa?"kata Bunga bingung
"Meraka berdua teman kantormu Alex dan Natal namanya."kata Ibu bunga antusias.
"Tumben tahu darimana alamat rumahku?"kata Bunga dalam hati bingung.
"Ibu dibantu masak soto kesukan kamu ini. Kamu punya teman-teman yang baik harusnya bilang. Jangan ngak boleh datang. Biar ibu ada yang nemenin kalau masak. Jago juga masaknya."Puji ibu bunga tulus.
"Busyet dah,Ibu mereka teman kantor bukan juru masak."kata Bunga dengan nada kesal.
"Laki-laki hebat kalau bisa masak,apa kamu mau ibu jodohkan dengan salah satunya?"kata Ibu Bunga iseng.
"Halah, paling juga mereka kesini karena dapat bocoran dari HRD. Kata mereka perebut suami orang aku ini,bu"kata Bunga marah.
"Hush,Orang mereka ngak menbahas itu."kata Ibu bunga lagi.
"Yahsudah jangan bahas mereka lagi aku capek. Mau mandi dan makan. Jangan diganggu yah,bu."kata Bunga memohon.
"Iya,makannya jangan buru-buru nanti keselek."kata Ibu Bunga khawatir.
Alex kemudian sampai diapartemennya dengan selamat,Bunga berlarut dalam pikirannya malam itu sedangkan Natal mengejar deadline diberikan oleh Alex untuknya.