Anas mengikuti semua yang Sherly pinta,Anas melakukan drama dengan Surya suami bossnya. Anas mencari tahu apartemen Samira dari Surya.
"Bapak,saya ingin mengabarkan apatemen ibu Samira sedang mengalami kebakaran."kata Anas kepada Surya.
"Apa?Bagaiman keadaannya."kata Surya panik.
"Panggilkan Ambulance dan Damkar cepat."ujar Surya ditelepon.
"Ibu Samira,kami sedang selamatkan.Suaranya tadi terputus-putus. Alamatnya tidak jelas."kata Anas berbohong.
"Alamatnya dijalan Mawar no.10 lantai 3."kata Surya tanpa sadar
"Baik,pak. Terimakasih."kata Anas dan menutup teleponnya.
Setelah mencatat alamat Samira,kemudian Anas mengieimkannya kepada seorang ahli IT. Sesuai dugaan oleh Sherly bahwa apartemen itu dibeli atas nama Samira oleh Surya. Bisa digunakan sebagai senjata dipersidangan perceraian.
Mencatat semua keperluan yang akan digunakan dan mencari database perusahaan Surya bukan perkara sulit bagis Sherly. Dulu mencintai pria itu dengan sepenuh hati. Namun kenyataan dan pengkhianatan merubahnya.
Sherly kemudian mencari nomor Alex lewat Anas.
Sherly menelepon Anas.
"Anas,tolong pergi kekantor besok dan harus pagi-pagi."kata Sherly dengan nada meminta tolong.
"Ada apa,ibu?"kata Anas dengan nada bingung.
"Pergi dan cari Alex Noel. Dia teman saya dan katakan aku membutuhkan bantuan."kata Sherly lagi.
"Ada lagi dapat saya bantu,ibu?"kata Anas dengan nada datar.
"Tidak usah, saat ini cukup. Bilang Dimas jangan lupa mengirimkan aset dan database perusahaan suami saya."kata Sherly lagi.
"Baik,tadi saya sudah melaksanakan apa yang Ibu minta."kata Anas lagi.
"Terimakasih, bonusmu akan segera masuk akhir pekan ini. Terimakasih juga membantuku "kata Sherly tersenyum di ujung telepon.
"Sama-sama,ibu. Lagipula Ibu banyak membantu saya dan keluarga."kata Anas dan menutup teleponnya.
Sesudah percakapaan itu. Sherly kembali mengutak atik laptop yang ada dipangkuannya.
Samira dia kenal wanita lembut tidak luput dari kata Pelakor yang merusak rumah tangganya.
Samira dia pikir baik hati dan punya cukup potensi baik. Tidak Luput dari kata-kata perempuan tidak tahu malu.
Sherly menelepon Dimas.
"Dimas,Bagaimana?"kata sherly lagi.
"Sepertinya ini akan agak sulit,ibu."kata Dimas lagi.
"Sulit dimananya?"kata Sherly Heran.
"Ponsel Samira agak rumit,kita hafus menjebaknya sedikit. Tapi akan kucoba."kata Dimas tertangtang.
"Owh,iyah. Jangan sampai menimbulkan kevueigaan."kata Sherly mengingatkan.
"Baik,semua datanya akan saya tarik. "kata Dimas yakin.
"Saya tunggu, Terimakasih."kata Sherly mengakahiri percakapaan.
Dimas sedang memasukkan virus kedalam Hp Samira tsrsenyum karena berhasil. Dimas juga mencegah agar Samira tidak bisa melacaknya. Ketika Hp Samira magi tidak menimbulkan jejak setelah hidup.
********
Sementara itu Surya nampak panik dan bingung kekasihnya sedang dalam bahaya.
Demi menjaga image Surya selalu menjadikan Merry tamengnya. Merry yang bingung karena Surya bersikap baik padanya hanya bisa menghela nafas.
"Ada apa bapak memanggil saya?"kata Merry lagi.
"Merry, siapkan mobil saya. Saya ingin kesuatu tempat dan handel meeting hari ini."kata Surya dengan nada cepat.
"Baik,pak. Ada lagi?"kata Merry sedikit kesal.
"Bonusmu akan aku tambah jadi bersemangatlah. Belikan lagi apartemen di jalan Mawar nanti uangnya aku transfer seperti biasa kerekeningmu."kata Surya dengan cepat.
"Baiklah,kalau begitu. Saya permisi."kata Merry Sopan.
Sebenarnya Merry agak jenggah dengan Surya karena bosnya itu menyuruhnya seperti tidak kenal waktu. Namun dia bertahan karena dia harus menghidupi ibu dan ayahnya.
Merry mengetik beberapa kata di W*nya hari ini dan menyuruh Damian mengurus surat-surat apartemen dan Merry akan bertemu dengannya.
Surya kembali menatap sebuah buku dan dia teringat akan masa lalunya.
Surya kecil adalah anak pendiam dan memiliki orang tua broken home. Surya tumbuh menjadi lebih pendiam ketika beranjak kelas 3 SMA setelah kecelakaan itu. Kecelakaan menewaskan Papanya. Perusahaan otomatis diambil alih dirinya agar tidak bisa diambil mama tirinya Emily. Saudara tirinya adalah seorang misterius Surya bahkan tidak pernah bertemu dengannya. Dia hanya tahu memiliki saudara laki-laki namun nama dan wajahnya tidak pernah dia ketahui.
Setelah Merry memberitahu Surya bahwa mobilnya telah siap. Surya turun dengan perasaan cemasnya kepada Samira. Nomornya tidak bisa dihubungi setelah pertengkaran mereka kemarin.
Surya kemudian menjalankan mobilnya membelah Jakarta siang ini,membawa sedikit harapan dan cahaya dalam hidupnya yang suram.
Sementara itu Samira sedang berendam diBathtubnya sedang menyanyi lagu Westlife berjudul I lay my love on you.
Samira senang dengan kehidupannya yang nyaman uang berlimpah.
"Samira,samira,kamu dimana?"kata Surya setengah berteriak.
Samira tidak mengubris karena sedang berendam. Tiba-tiba dikagetkan dengan Ekspresi Surya yang menerobos masuk kedalam rumahnya.
"Mas,ada apa?"mengapa kamu masuk tanpa mengetuk pintu dulu?"kata Samira terkejut
"Astaga,Samira syukyrlah. Aku pikir kamu akan mati"kata Surya cukup terkejut.
"Mati?Kamu mengharapkan aku mati,mas?"kata Samira kesal.
"Bukan begitu,sayang. Aku mendapatkan telepon aneh. Aku kaget dan segera kesini."kata Surya menjelaskan.
"Telepon aneh?Mengapa tidak konfirmasi dulu denganku?"kata Samira Marah.
"Bagaimana,mas mengkonfirmasi info tersebut sementara Handphonemu mati total?"kata Surya mulai kesal.
"Jadi?ini salahku?Oh,ayolah hanya sedang berendam."kata Samira dengan nada kesal.
"Sudah,masa keluar dulu. Pakai bajumu aku mau berbicara serius denganmu."kata Surya tegas.
"Sebentar mau bersih-bersih dulu."kata Samira.
Sepeninggal Surya,Samira menjadi makin curiga dengan kejadian membuat Sufya sampai mendobrak pintu toiletnya.
Setelah berpakaian dan memberikan sedikit pelembap pada wajahnya. Samira menghampiri Surya sedang duduk disofa.
"Mas,ini aneh. Aku bahkan tidak bisa melihat jadwal pemotretanku. Hpku kenapa yah?"kata Samira dengan nada panik.
"Coba mana,mas lihat."kata Surya penasaran.
"Kamu membuka situs aneh?"kata Surya bertanya.
"Tidak,aku bahkan terkejut kamu bilang tidak bisa meneleponku. Hpku hidup ini kamu lihatkan."kata Samira terlihat bingung.
"Ooh,Tuhan. Mungkin ada mata-nata disekitarmu,sayang?"kata Surya curiga.
"Duduk,dulu aku buatkan minum dan teeimakasih mencemaskanku. Aku akan bertanya kepada temanku nanti."kata Samira dan membuat Surya sedikit tenang.
"Kita perlu ahli IT,bahkan ponselmu sajah bisa rusak."kata Surya kesal dan jengah.
"Sudah,mas. Temanku lebih pintar daripada seekor kucing kecil ingin mencuri."kata Samira dengan tenang dan membuat secangkir kopi.
Setelah membuat kopi untuk Surya dia mulai memasak kornet dan telur seeta nasi didalam ricecooker. setelah selesai Samira menyuruh Surya makan bersamanya.
Setelah makan bersama kemudian Samira mulai mengutak-atik ponselnya sendiri menggunakan laptop.
"Sayang,apa yang kamu lakukan?"kata Surya lagi.
"Sayang,aku penasaran dengan menyadap Hpku."kata Samira kesal.
"Oooh,ayolah mana mungkin ponselmu disadap."kata Surya kesal.
"Buktinya kamu kesini,aku sedang mandi."kata Samira kesal.
"Sudah buat apa mencarinya sulit menemukannya."kata Surya dan menutup.laptop Samira.
"Apa yang kamu lakukan,sayang?"ucap Samira kesal.
"Aku hanya membantu sayang."kata Surya jahil.
"Membantu darimana?"kata Samiea mulai kesal.
"Yahsudah sebagai tanda permintaan maaf kita makan malam diluar. Tapi sebelumnya aku ingin kita bersenang-senang dulu."kata Surya membujuk.
Tangan Surya mulai menjamah Tubuh Samira dengan lihai. Surya membaringkan Samira diatas kasurnya yang empuk.
Samira mulai tubuhnya mulai tereskpos merasa.Mulai be****h,rasanya nyaman berada di bawah Surya.
"akh....akh... mas,lagi."kata Samira merancu.
"kamu nimat sekali..."ucap Surya lagi
Kedua insan itu melakukan aktifitas panasnya di Apartemen Samira sampai.malam.
Sesuai janji Surya mengajak Samira makan Sushi di Oto Sushi. Mereka berdua berbelanja dan bercakap-cakap riang.
******************
Alex baru masuk kekantor kaget karena dihadang oleh seorang wanita muda yang memintanya untuk memberikan nomor hpnya.
"Halo,pak Alex Noel. Aku mencari bapak daritadi."kata Anas dengan nada tidak sabar.
"Astaga,ada urusan apa?"kata Alex bingung.
"Ada urusan penting yang diminta IBu Sherly."kata Anas dengan nada memelas.
"Monica Sherly,Oalah yahsudah dan maaf aaya berbicara dengan siapa?."kata Alex dan memberikan nomornya pada Anas.
"Nama saya Anas, saya bekerja untuk jbu Sherly,Baiklah, kalau begitu. Dan Terimakasih dan maaf menganggu waktu anda."kata Anas lagi.
Sesudah itu Alex kemudian mengambil laptop yang ada didalam tasnya membuka beberapa File.
Hari ini dia dengan Natal akan pergi ketempat Bunga. Alex kemudian kembali menatap gambar seorang Wanita muda. Cantik jelita dimatanya dengan bola mata cokelat dan rambut panjangnya tersenyum.
Pulang kantor Natal dan Alex bertemu disebuah gang kecil dekat rumah Bunga.
"Kamu yakin ini rumahnya?"kata Alex bingung.
"Yakin,aku pernah kerumahnya.Bahkan kami menginap disana."kata Natal menyakinkan Alex.
"Yahsudah ayo,jangan buang waktu lagi ingat."kata Natal dia menggunakn topi dan syal.
"Kita harus waspada dan mundur perlahan ingat,jangan ketahuan."kata Alex mengingatkan.
"Siapa yang mau berurusan dengan Juan dengan penampilan seperti ini?"kata Natal kesal.
Alex dan Natal berjalan melewati pemukiman terlihag agak mewah setelah berjalan daei gang. Alex menatap lama pada sebuah rumah yang terlihat agak mewah untuk staf sekertaris.
.Alex kemudian bertanya kepada tetangga bernama Nuraini.
"Maaf,bu. Boleh tahu ini rumah siapa?"kata Alex sopan.
"Rumah ibu Bunga Sara,dia tinggal disini sudah 15tahun."kata ibu itu sopan.
"Boleh tahu nama adeknya?ada perlu apa?"kata Ibu itu penasaran.
"Saya Noel dan ini teman saya Natal. Kebetulan kami lewat sini dan berkas ibu Bunga ketinggalan dikantor,sekiranya kami bisa mengembalikkannya."kata Alex sopan.
"Saya ibu Nuraini Nurjanah,biasa dipanggil ibu Nur. Bisa dititipkan kesaya sajah."kata ibu nur itu.
"Maaf,tapi bersifat rahasia. Apakah ada ibu Bunga?"kata Alex menolak dengan sopan.
"Ada tekan sajah,belnya."kata Ibu itu lagi.
Sesudah itu Alex memencet bel pintu rumah itu. Keluar sesosok ibu paruh baya,dan bertanya.
"Ada yang bisa dibantu?"kata ibu itu.
"Perkenalkan saya Noel dan Natal saya mau ngantarkan File ini dan ini sedikit buah tangan."kata Alex berbohong.
"Saya Ibu Bunga,Marsya.Terimakasih,mari masuk dan maaf rumahnya berantakan."kata ibu itu dan mempersilahkan masuk.
"Terimakasih,ibu."kata Natal dan Alex berbarengan.
Didalam rumah Mereka berdua memandangi sebuah lukiasn nampak klasik namun membius hati mereka.
Rumahnya tidak terlalu banyak perabotan menurut Alex. Natal kemudian mengalihkan perhatian ibu Bunga. Natal meminta ibu Bunga menemaninnya berkeliling sementara Alex sibuk dengan berbagai urusannya mengotak atik. Brankas dan File yang ada di meja kerja Bunga.
Banyak Foto dan data tentang perusahaan yang hilang. Berarti benar dugaan Alex bahwa Bunga dan Juan bekerja sama.
Alex memfoto semuanya dan mengambil beberapa dokumen yang oenging dan mengcopynya.
Natal kemudian meminta tolong Ibu Bunga untuk mengajarinya memasak sop karena dia menyukainya. Alex kemudian kekuar dari ruang kerja Bunga.
Alex berjalan santai dan bergabung.
"Ibu,resep sop tempo hari ibu buat sangat enak."kata Natal memuji.
"Hem,mau aku kasih tahu rahasianya?"kata Ibu Marsya bangga.
"Baiklah, Aku setuju. Alex ayo. kamu sudah menaruh File itu dimejanya?"kata Natal bertanya.
"Tentu sudah. Dia pasti akan senang. Lagipula memang tugas kitakan?"kata Alex senang.
"Terimakasih sudah membantu Bunga anak saya."kata Ibu Marsya tersenyum.
"Mari saya bantu potong ayamya."kata Alex semangat.