Setelah makan-makan yang dibawa oleh Samira Sherly mulai tidak bisa makan. Bibirnya kelu dan berkali-kali mengeluarkan cairan dari mulutnya.
Sherly mendadak pingsan dan tak sadarkan diri. Awalnya Surya kaget dengan kondisi istrinya.
"Makanan apa yang kamu bawa kemarin ,hah?"ujar Surya marah.
"Aku hanya memberinya sedikit pelajaran."kata Samira santai.
"Kamu gila,kamu bisa membunuh orang. Asal kamu tahu aku hanya mau bercerai bukan merenggut nyawa seseorang."kata Surya setengah kesal.
"Tapi itu bisa menghemabat karirku,sayang."kata Samira manja.
"Akh, S*a*, aku akan membawanya kerumah sakit sekarang juga."kata Surya dengan nada membentak.
Surya memanggil ambulance kerumahnya. Hari ini sebenarnya ada jadwal meeting tapi di undur seketarisnya juga handal. Surya meratapi Sherly tergeletak dibangkar ambulance.
Gara-gara sang selingkuhan gila dia harus menanggung hal ini.
Mendapati dirinya tak berdaya hari ini Surya menelepon sang selingkuhan.
"Sayang,kamu dimana sekarang?"kata Surya setengah panik.
"Ada apa,mas?"ujar Selingkuhannya lagi.
"Ada apa?aku membutuhkan bantuanmu,sayang. Jemput aku diapartemen Belinda."ujar Surya memerintah.
"Sekarang, aku sedang berada diluar kota."kata Selingkuhannya lagi.
"Apa? Kamu harusnya selalu standby kamu tahu Monica sekarang masih di ICU."kata Surya dengan nada marahnya.
"Mengapa kamu membentakku?"Bukankah membunuhnya itu ide kamu?"sergah siselingkuhan itu.
"Akh, sudah. Kamu tidak perku membantuku tapi uang jajanmu aku potong mulai bulan ini."ujar Surya marah dan mematikan teleponnya.
Beberapa minggu dirawat dirumah sakit. Surya memutuskan merawatnya dirumahnya. Memakai peralatan medis terbaik,karena keluarga Sherly orang berpengaruh. Surya takut mereka menuntut dirinya dan sebenarnya rasa cinta itu masih ada walaupun sedikit.
************
Sepeninggal Surya Monica sudah mulai siuman dirumah. Mulai menggerakan matanya dengan sedikit menggerejap.
"akh, kepalaku sangat sakit. Dimanakah aku?"ujar Sherly bingung.
"Hai", kata suara malaikat itu.
"Kamu,kamu siapa?"kata Sheryl bingung.
"Aku Angel,Dikehidupan kami berikan ini,kamu harus pergunakan sebaik.mungkin."kata mailakat itu lagi.
"Ta....pi.... dapatkah aku mempercayaimu?"kata Sherly bingung.
"Maksud kedatanganku,hanya mengembalikkan kehidupanmu. Karena kamu anak yang sangat baik."ujar Mailaikat itu lagi.
"Apakah Tuhan mengutusmu?"kata Sherly bertanya.
"Tentunya, Yang Maha Kuasa mengutusku kepadamu."kata Mailaikat itu lagi.
"Baik, aku terima. Apakah yang harus aku lakukan?"kata Sherly lagi.
"Jalani Kehidupan ini dengan Penuh Keberanian dan semangat. Karena kebenaran akan selalu menunjukkan jalannya."ujar Malaikat itu lagi.
"Hem, Baiklah, aku akan menjalankan hidupku dengan baik."kata Sherly berjanji kepada mailaikat itu.
"Baiklah,aku bisa pergi sekarang."kata Malaikat itu.
Sherylpun merasa senang karena dia bisa hidup kembali dan menjalani harinya dengan baik.
Sherly berencana membalaskan dendam dengan Samira. Sherly menggapai handphone dan mengechasnya. Dia menaruhnya dibawah bantal.
Sherly menyuruh Anas untuk berpura-pura dia belum siuaman dan menyuruhnya melakukan beberapa pekerjaannya dulu.
"Ibu, apa kabar?"kata Anas Senang.
"Anas,aku tidak bisa masuk kerja dulu dalam beberapa minggu ini."kata Sherly memberi tahu
"Lalu aku harus apa?"kata Anas bingung.
"Sementara aku pemulihan,kamu hafus menggantikanku. Aku tahu bisa dan yakinlah. Btw,kamu harus melakukan tugas agak berat. Tahu Samira?"kata Sherly lagi.
"Ada apa dengannya?"kata
Sherly ingin bertemu dengan Alex. Dia sadar harus melakukan pemulihan dulu.
Handphonenya harus dia ganti simcardnya menjadi baru.
******
Alex sedang melamun memikirkan sesuatu hari ini dia bingung mengapa tidak ada melihat sherly.
Beberapa hari lalu juga dia tidak melihatnya.
"Astaga,apa yang kamu lakukan"kata Bunga itu kepadanya.
"Apa yang aku lakukan?"kata Alex bingung.
"Kamu mengaduk kopi dengan melamun daritadi."kata Bunga marah.
"Oooh,maaf. Banyak masalah akhir-akhir ini sehingga aku melamun."kata Alex berbohong.
"Sudahku bilang pekerjaan ini tidak mudah."kata Bunga lagi.
"Bagiku tidak begitu."kata Alex menjawab dengan cepat.
"Sudah sana cepat bereskan nanti yang lain melihat kecerobohanmu. Mereka akan menegur dan mengurungimu."kata Bunga itu.
"Terimakasih atas kepedulianmu."kata Alex lagi.
Selepas kepergian Alex, sekertaris itu mulai menunjukkan tanda tidak sukanya.
"Haish, seharusnya aku tidak bertemu dengannya sepagi ini. Juan memang aneh."kata Bunga terlihat kesal.
Tiba-tiba suara telepon bergetar dari sakunya.
"Halo,bisa kita bicara,sayang?"kata Juan dengan nada memelas.
"Apalagi? istirmu juga aneh sudah tahu kamu bekerja masih sajah diikutin."kata Bunga marah.
"Lah, memang tugas istri mengkuti suami pergi.keluar kota."kata Juan tanpa merasa bersalah.
"Astaga,tapi,mas. Maskan bilang sama aku bahwa akan menceraikan istri mas."kata Bunga dengan nada jengah.
"Kamu pikir menceraikan istri semudah membalikkan telapak tangan?"kata Juan dengan nada kesal.
"Bilang sajah,mas. memang hanya main-main denganku. Ingat kartu Asmu ada ditanganku."kata Bungan sstengah mengancam.
"Jelas,kamu berani mengancamku?"ujar Juan kesal.
"Sudah,layak dan sepantasnya."kata Bunga dan segera menutup telepon itu.
Alex memang sendari tadi mengikuti Bunga mendengar percakapan itu. Alex semakin yakin bahwa merrka berdua bekerjasama menghancurkan bisnis papanya dan menguasainya.
Alex kemudian pergi sebekun ketahuan oleh Bunga. Alex sebenarnya bingung mengapa Bunga muncul dikantor dipagi hari. Tidak seperti Bunga biasanya.
"Alex,bisa bantu aku?"kata Natal memanggil Alex.
"Ada apa?"kata Alex penasaran.
"Sejujurnya, aku bingung dengan penjumlahan ini. Pengeluaran kantor makin bertambah sedangkan pemasukan sedikit."kata Natal lagi tanpa sengaja.
"Yah ampun,mengapa kamu tidak melaporkannya kedewan direksi?"kata Alex mengingatkan.
"Bagaimana,nasibku bisa diujung tanduk. Pak Juan berkuasa. Aku bisa dipecat. Tolong kamu fotokopikan didepan dokumen ini."kata Natal lagi.
"Baiklah, asal kamu mau membantuku. Kamu tahu rumahnya Bunga?"kata Alex kepada Natal berbisik.
"Tahu, kami pernah berkunjung kesana."kata Natal kembali.
"Hem,bisa kamu mengantarku. Aku hanya ingin tahu."kata Alex setengah berbisik
"Aku dapat apa jika membantumu?"kata Natal setengah meminta uang.
"Gampang,nanti kutraktir makan siang."kata Alex dengan nada serius.
"Yahbolehlah,belikan aku boba juga."kata Natal dengan nada senang.
"Wah,nanti kamu tambah gembul."kata Alex meledek Natal.
"Mau atau tidak bantuanku?"kata Natal menawar.
"Baiklah, aku setuju dan aku akan mengatar dokumennya 1jam lagi."kata Alex memberitahu.
Sepeninggal Alex,Natal menyusun beberapa berkas lagi. File dokumen dia save serta beberapa aset yang ada diperusahan. Natal memindahkan senuanya kedalam sebuah flashdisk dia siapkan. Natal senang jerih oayahnya sebentar lagi berhasil.