Jett pulang ke rumahnya sendiri. Dia awalnya merasa sangat aneh dan ada yang kurang. Di dalam pikirannya mungkin hanya ada Natalia, tapi entah mengapa dadanya terasa amat sesak dan aneh. Dia merasa insting serigalanya sedang menolak akan sesuatu, tetapi dia sendiri tidka mengerti apa yangs ebenarnya dia tolak. Dia tidak tahu sedang tidak ingin melakukan apapun, dan apa yang sebenarnya salah disini?
Dia duduk di sofa ruang tamunya, memikirkan apa yang salah dan apa yang kurang darinya? Sejak pulang dari rumah Natalia, dia merasa ada yang janggal. Dia berpikri, apakah ini karena dia jauh dari sang kekasih? Lagi-lagi ketika akan memikirkan hal lain, wajah Natalia yang muncul pertama kali, dan itu membuat kebimbangannya semakin membesar saja.
Kepalanya sangat sakit, sehingga dia enggan untuk memeriksa keadaan bengkel milik keluarganya, dan memiliki untuk beristirahat saja di kamar. Ini memang sangat aneh, selama istrirahat pun dia merasa ada yang kurang dan janggal seolah-olah dia tidak kenal dengan kamarnya sendiri. Dia merasa salah berada di sini dan tidak mungkin juga berada disini. Ini bukanlah tempatnya, dan tidak ingin berada di tempat seperti ini.
Dia seharusnya berada di tempat yang seharusnya bersama dengan orang yang dia cintai. Ketika dia ingin memikirkan wanita lain, sekali lagi wajah Natalia yang muncul pertama kali di alam bawah sadarnya. Ia menajdi seidkit muak dengan dirinya. Dia menyadari telah jatuh cint apada Natalia, tapi entah mengapa hatinya sangat menolak kalau itu namanya cinta?
Dia memikirkan itu sampai akhirnya terlelap tidur kembali. Dia tidak menyangka akan sampai ketiduran hanay karena memikirkan masalah yang sebenarnya dia bingungs endiri sebenarnya masalahnya itu apa.
Di dalam tidurnya tersebut, dia bermimpi tentang seorang wanita … dan wanita itu adalah wanita yang sbenearnya sangat ingin dia panggil namanya, tapi gagal terus yaitu Elsie.
.
.
.
Elsie sendiri juga sedang tertidur karena merasa sangat lelah, sekalipun ini adlah tengah hari. Tetapi bukannya memebrsihkan rumahnya yang tsudah dia tinggalkan sehari semalam, namun dia malah tertidur di atas ranjangnya. Di saat itulah dia bermimpi.
Saat itu sebuah suara datang pelan karena angin sepoi-sepoi, mengangkat rambut wanita itu di belakang lehernya. Itu adalah suara yang sama yang telah membangunkannya dan mudah ditemukan. Suara panggilan dari seekor serigala.
Dia melihat sekeliling, merasakan jantungnya seakan telah jatuh ke perut. Dia berada dis ebuah hutan yang sangat luas, penuhbukit an pepohonan yang besar.
Sementara pada saat yang sama, dia mulai berlari dan terus menambah kecepatan kaki. Jauh di atas bukit, di tempat yang sama dia berdiri ada seorang laki-laki. Bahkan dari sini dengan hanya bulan untuk cahaya, Elsie mengenali tingginya yang melebihi manusia normal. Lengannya menggantung di sisi tubuhnya dan kakinya terlihat selebar bahu.
Sambil menutup matanya, Elsie berkata pada dirinya sendiri bahwa ini hanya imajinasinya yang terlalu aktif. Tidak peduli bahwa ini belum pernah terjadi sebelumnya. Dia merasa kalau dirinya ialah wanita yang cerdas, cerdas dan tidak ada pria yang berdiri di punggung bukit. Setelah mengambil napas dalam-dalam dia membuka matanya, lega melihat pria itu telah menghilang.
Tetapi, momen itu sangat membuatnya keheranan betul, karena pria yang sesaat itu seperti wujud fisik dari pria yang jelas dia kenali yaitu Jett. Entah mengapas ekalipun tidak terlihat, tapi dia yakin sekali kalau itu adalah Jett.
Momen kelegaannya singkat karena di depannya kini terdapat serigala yang sangat besar. Pada saat itu Elsie yakin kalau posisi pria itu tadi telah digantikan oleh sang serigala berbulu kelabu tersebut.
Saat dia melihat serigala melolong, suara itu menyebar ke seberang danau dan menimbulkan bulu-bulu kecil yang menutupi tubuhnya.
Elsie melangkah mundur. Setelah itu, dia mendengar panggilan menjawab datang dari hutan yang mengelilingi danau. Dia tidak tahu ada berapa banyak seirgala yang sebenarnya ada di sekitarnya itu. Dia benar-benar dalam situasi sulit karena mimpi ini seolah kenyataan.
Mimpi ini seperti sedang menunjukkan tentang pria yang menjadi seirgala itulah yang seharusnya sedang dia temui. Pria itulah yang sbenearnya harusnya bersama dirinya. Tetapi, kembali lagi, dia tidak bisa menyadari hal tersebut.
Serigala yang ada di atas bukit menatapnya untuk terakhir kali sebelum menuruni gunung. Hanya satu pikiran terlintas di benaknya, dia adalah pasanganku. Dia pun langsung berlari mengarah ke arah Elsie.
Elsie berlari, kakinya memompa sekuat tenaga untuk membawanya sejauh mungkin dari tempat ini. Rasa takut mendorongnya lebih jauh dan lebih cepat dari yang pernah dia lakukan sebelumnya. Meskipun untuk sejenak, dia merasa kesulitan untuk bergerak melalui semak-semak yang lebat tetapi masih ada ranting-ranting yang menjulur, menyayat wajahnya dan menarik-narik pakaiannya. Ia merasa seolah-olah seribu tangan berusaha mencegah pelariannya, hutan telah berbalik melawannya.
Dia melesat di antara pepohonan, di atas batang kayu yang tumbang, dan di bawah cabang yang menggantung rendah. Satu-satunya suara yang terdengar adalah detak jantung yang berdebar kencang. Tidak sampai dia merasa dirinya jatuh, dia menyadari sesuatu telah memukulnya dari belakang.
Pria itu, yang sebenarnya adalah Jett melihatnya saat dia melesat di antara pepohonan, rambut panjangnya terurai di belakang. Dia mengenakan pakaian cerah warna hijau, menyatu dengan baik dengan kondisi hutan, tetapi penglihatannya yang superior membuatnya mudah untuk menemukannya. Selain itu, dia bisa mengandalkan indra pendengarannya atau penciumannya yang keduanya memberi tahu di mana tepatnya Elsie berada.
Meskipun dalam bentuk manusia, Jett mampu bergerak melalui pepohonan, hampir secara naluriah mengetahui ke arah mana terdapat bahaya dan menghindarinya dengan mudah.
Cakar depannya menangkap Elsie di antara tulang belikat yang membuatnya kehilangan keseimbangan. Mereka turun bersama, lengan, kaki, dan anggota tubuh saling bertautan. Jett sampai melakukan jungkir balik dan mendarat dengan posisi merangkak, cakar depannya menjepit bahunya ke tanah.
Elsie menahan dirinya diam, satu-satunya gerakannya adalah naik turun dadanya saat paru-parunya bekerja setelah lelah berlari. Dia telentang dengan seekor serigala yang dengan mudah memiliki berat dua ratus pon di dadanya. Dia mencoba mundur tetapi serigala itu mengancam geraman yang bergetar dari dadanya. Elsie sadar kalau sedang diancam.
Jett berjuang untuk mengendalikan dirinya.
Tidak ada yang lebih mendebarkan daripada pengejaran dan setelah menangkap mangsa, dia tidak menginginkan apa pun selain memasukkan gigi ke tenggorokannya dan merasakan panasnya darah saat darah itu keluar dari pembuluh darah. Entah mengapa, sisi liarnya sbeagai manusia serigala seakan keluar begitu mendapati wanita itu.
Dia merasakan udara pegunungan yang segar memaksa masuk dan keluar dari paru-parunya dan bau ketakutan dari mangsanya. Dia adalah salah satu pemburu terbaik dalam kelompoknya. Mereka tidak pernah kelaparan dan itu sebagian karena dialah mereka adalah salah satu kelompok terkuat di daerah itu. Itu adalah keterampilan berburu superiornya.
Jett bangun dari tubuh Elsie, kemudian memandanginya seperti asing. Di dalam mimpi ini, dia memang menganggap wanita itu adalah mangsa. Namun, tetap saja gejolak aneh dalam dirinya memaksa dirinya untuk tetap tenang.
“Kau …” ucapnya. “Siapa kau?”
Elsie duduk di sana dan menatap serigala yang sekarang berdiri lebih dari enam kaki tingginya. Kata-kata yang diucapkan jelas menunjukkan kalau dia pasti manusia.
Jett lelah menunggu. Sambil membungkuk dia melingkarkan satu tangan di pinggang Elsie dan menggunakan tangan lainnya untuk meraih pergelangan tangannya dan menariknya melewati bahu.
Elsie dibuat menggantung terbalik seperti sekarung gandum. Ia akhirnya bersuara. “Turunkan aku saat ini! Aku tidak peduli siapa kau! Tapi turunkan aku terlebih dahulu, dasar bodoh! "
Jett melepaskan Elsie, kemudian dia membiarkan gadis itu berada di atas tanah yang basah. “Jadi, siapa kau? Dan kenapa kau ada di hutan ini?”
Elsie kebingungan, dia merasa kalaua sebenarnya dia adalah pasangan Jett, tapi kenapa dia malah berpikir demikian. Tepat setelah dia akan mengatakan tentang siapa dirinya, dia pun terbangun dari mimpi yang aneh tersebut.
Dan, ternyata tidak hanya dirinya, mimpi itu juga berkaitan dengan mimpi yang dialami oleh Jett. Dia memimpikan hal yang sama dan tersambungd enga Elsi. Dia juga bangun begitu elsie akan mengatakan siapa sebenarnya dirinya.
Jett bangun dengan kepala yang masih sakit, tapi setidaknya sudah agak baikan seidkit. Dia pun turun dari ranjang, kemudian, dia mendekati lemarinya dan membuka pintunya. Betapa terkejut dirinya ketika mendapati ternyata tidak ada apapun yang terdapat di dalamnya. Tidak ada satu hela pakaian pun dan ini rasanya sangat aneh akrena dia tidak merasa memindahkan semua pakaiannya.
“Sebentar … “ dia kembali memikirkan mimpi anehnya barusan. Dia juga memikirkan Elsie. Dia saat ini mengenal wanita itu hanya sebatas tamu kota yang kebetulan elah menetap disini karena alasan internal. Namun, sebenanrya dia sendiri juga penasaran kalau ada seuatu yang sebanrnaya terjadi di antara mereka berdua.
Dia merasa kalau isi lemarinya berhubungan dengan Elsie.
Dia tidak mau bertemu wanita itu sebanrnya, sesuai dengan perintaan sang keksih, tetapi entah mengapa malah ini membuatnya sangat ingin tahu alasannta. Tanpa menunggu lagi, dia pun segera pergi ke rumah Elsie malam itu juga.
.
.
.
Di rumah elsie, elsie sepertinya juga merasa kalau akan didatangi oleh seseorang, jadi dia menunggu di ruang tamu. Ketika itu, Jett langsung datang mengetuk pintu. Dia dipersilakan masuk dan mereka terlihat sangat canggung, tidak ada yang mengira kalau keduanya adalah pasangan kekasih.
Mereka mengobrol di ruang tamu. Pintu telah ditutup oleh Elsie agar tidka ada yang melihat ini, lagipula, dia tidk mau sang kekasih, South menyaksikan hal ini.
“Aku merasa kau ingin bicara denganku, Tuan.” Elsie mengatakan itu dengan sopan.
Jett mengangguk. “Iya, aku hanya ingin memastikan apakah ada pakaianku di rumahmu? Maksudku … aku tahu ini hadiah dari … ya pimpinaku, jadi apakah aku salah meletakkan baju disini atau apa?”
“Iya, ada koper berisi baju pria disini, kau bisa memeriksanya.”
“Baiklah, ini memang agak aneh.”
“Aku juga merasa demikian.”
“Aku kemari juga untuk emngucapkan selamat atas rumah barumu ini, semoga kau betah disini.”
“Tolong kau tidak perlu sopan begitu, kau adalah teman dari South.”
“Kalau begitu kau juga jangan sopan begitu, kau adalah kekasihya dan dia temanku.”
“Iya.”
Jett merasa sangat janggal, dia sama sekali merasa kalau ini tidak benar. Dia sangat ingin mengatakan hal lain keitmbang basa basi hal yang tidak penting, selain itu, dia merasa kalau elsie ini bukanlah kekasih dari temannya, dia senidri tertarik pada wanita itu.
Begitu rasa suka itu muncul dari dalam pikirannya, mendadak saat itu pula muncul wajah Natalia kembali sehingga kemmbautnya sadar bahwa dirinya kini adalah milik Natalia seutuhnya. Tidak mungkin rasanya berpaling dengan wanita lain, karena itu adalah hal yang tidak pantas dan hanya akan menyakiti hati wanita yang saat ini dai sukai yaitu Natalia.
Dia kemudian bertanya akan hal lain, “aku senang kau bisa betah disini dan semoga kau akrab selalu dengan Shawn, maaf aku memanggilnya dengan nama itu.”
“Tidak masalah. Dan boleh aku tanya sesuatu?”
“Tentu, ada apa?”
“Sebenarnya apa benar kalau kau ini adalah manusia serigala yang dikatakan oleh banyak orangd isini? Apa benar kalau sebagain besar pegawai tempat kekasihku bekerja itu dihuni oleh banyak sekali manusia serigala. Tolong katakan padaku kalau itu memang benar karena South sendiri yang bilang demikian, meskipun aku agak tidak mempercayai hal tersbeut. Tapo, percaya atau tidak, tadi aku bermimpi tentang dirimu yang merupakan seorang manusia serigala. Itu kan hal yang sangat tidak masuk akal.”
Jett sepertinya juga tidak berminat untuk menyembunykan jati dirinya kalau sudah ketahuan begtiu. Dia menjawab, “iya aku memang manusia serigala.”
“Benarkah, kau tidak terlihat seperti manusia serigala. Kau terlihat seperti amnusia normal pada umumnya.”
Jett dapat melihat bahwa bahkan dia mengalami kesulitan untuk mencernanya. Ia berdiri dan menatapnya. "Dan apa kau yakin aku manusia biasa?"
Elsie mengamati dengan ngeri dan terpesona saat Jett perlahan menarik kemejanya dari celana jinsnya. “Eh … mungkin.”
Jett mengangkat lengannya dan membiarkan lengan kemejanya itu jatuh ke lantai di sampingnya. Dadanya halus, tidak memiliki semua rambut, dan dipenuhi otot. Sangat menggoda, dan itu jelas dirasakan oleh Elsie. Bahkan setelah terkena mantera cinta, tidak bisa dipungkiri kalau secara fisik, Jett memangberbahay abagi mata wanita.
Mata Elsie terpaku pada matanya.
Jett meraih kancing jinsnya dan menarik; satu tarikan kuat dan dia mendorongnya melewati pinggulnya yang sempit. “Kau bisa melihatnya setelah ini.”
"Tidak." Elsie tampak keberatan ketika dia melihat bahwa Jett tidak mengenakan apa-apa di balik celana jinsnya.
Jett sudah berdiri di hadapannya dengan t*******g bulat. Dia jelas merasa nyaman dengan dirinya sendiri.”Iya.”
“Kau mau apa?” Elsie mendadak tegang, karena hanya ada mereka berdua di dalam rumah itu.
Sesaat kemudian dan Jett berlutut.
Dengan matanya yang masih mengamati Elsie, wajahnya menyipit dan memanjang, pinggul dan bahunya berguling ke belakang membentuk bagian depan dan belakang sementara punggungnya melengkung. Pada saat yang sama, suara kecil seperti menyengat mulai terdengar dan Elsie menyaksikan dengan sangat terpesona saat rambut mulai tumbuh, menutupi seluruh tubuh Jett.
Setelah itu hanya ada keheningan.
Jett meregangkan, cakarnya tampak mengerikan. Ia mengguncang lehernya seperti anjing besar keluar dari bak mandi.
"Oke, jadi kamu tidak sepenuhnya manusia." Elsie memiringkan kepalanya dan menatapnya. Bahkan dalam bentuk binatang, Jett sangat mempesona. Rambut yang menutupi tubuhnya lebih berwarna kelabu dan panjang serta tebal.
Jett menahan diri sepenuhnya. Dia bisa melihat Elsie ketakutan namun berani mendekat. Dia sangat ingin dia menyentuhnya; sesuatu yang jauh di dalam dirinya membutuhkan manusia di untuk menerima binatang di dalam dirinya. Itu bukanlah emosi yang sering dia rasakan. Rasanya seperti amnusia yang satu ini adlaah yang istimewa dan ini bukanlah omong kosong belaka. Elsie memang sesuatu yang sangat dia rindukan. Tidak mungkn dia brubah menjadi biantang di hadapan orang asing.
Itu membuktikan ada sesuatu dalamd iri Elsie yang memang membuatnya mau menunjukkan sisi buruknya pada seorang manusia biasa.
***