bc

The Baddest Wolf

book_age12+
179
IKUTI
1K
BACA
possessive
fated
mate
independent
luna
sweet
bxg
werewolves
small town
supernatural
like
intro-logo
Uraian

Elsie Wilson baru saja menyewa sebuah kamar di rumah Nyonya Lloyd di daerah Smith Creek, pinggiran kota Wimberley, Texas. Dia berencana untuk menghibur dari selepas perpisahan orangtuanya yang menyakitkan. Di saat bersamaan, ada serentetan pembunuhan wanita muda di daerah tersebut. Untuk melindungi Elsie, Nyonya Lloyd mendatangkan cucunya yang bernama Jett Mingan. Sejak awal bertemu, Jett dan Elsie sama-sama saling bermusuhan. Namun dari permusuhan itu perlahan menumbuhkan benih-benih cinta dalam hati mereka.

Teror pembunuhan wanita muda semakin menakutkan. Hingga pada akhirnya, Elsie tahu siapa jati diri Nyonya Lloyd, Jett Mingan dan keanehan pada kebanyakan orang di Smith Creek. Siapa mereka? Siapakah yang melakukan pembunuhan berantai di Smith Creek selama ini? Lalu bagaimana hubungan Elsie dan Jett pada akhirnya?

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
Smith Creek, Wimberley, TX “Namanya Sheila Walker, korban ketiga dalam dua bulan belakangan. Tubuh tercabik, jantung hilang. Apa ada kemungkinan ini ulah pembunuh berantai?” Pertanyaan dari deputi Will Black ini tidak bisa dijawab dengan cepat oleh Tom Douglas. Sebagai seorang Sherrif di kota kecil ini, dia sudah bisa menebak apa yang sedang terjadi. Di depan dua pria paruh baya ini, para petugas koroner sedang memasukkan mayat wanita muda ke dalam kantong. Garis kuning sudah mengintari area hutan cemara yang menjadi lokasi kejadian. Seorang wanita tewas mengenaskan dengan tubuh terkoyak, penuh cakaran binatang buas dan jantungnya telah lenyap. Sherrif Tom Douglas melihat bercak darah di rerumputan, daun-daun kering serta bebatuan yang ada di sekitar area pembunuhan. Pandangannya mengedar ke para wartawan kota maupun lokal yang berusaha menembus penjagaan dari petugas. Dia berjalan menghampiri pohon terdekat, lalu menyentuh bekas goresan mirip cakar di kulit batangnya. “Sungguh Minggu pagi yang buruk,” katanya seraya menghela napas panjang. Setelah jeda sesaat, dia melanjutkan, “apapun yang terjadi, masalah ini harus cepat diselesaikan atau kita akan dalam masalah besar.” “Apa mungkin serangan beruang liar? Cakarnya besar dan kelihatan kuat. Musim panas seperti sekarang, mereka jelas sudah berkeliaran.” “Bukan, binatang buas, petugas cagar alam tidak menemukan keberadaan binatang pembunuh di sekitar sini.” Petugas koroner menggotong kantong mayat menuju ke mobil ambulans. Begitu mereka pergi, hampir seluruh dari wartawan yang berkerumun ikut pergi menuju rumah sakit. “Well, mungkin juga bukan ulah binatang buas, tapi catatan dari dua pembunuhan sebelumnya, ini kemungkinan besar dilakukan oleh binatang buas, anehnya kenapa binatang itu mengincar jantung? Ini perilaku yang tidak wajar.” Deputi Will Black sangat tidak paham dengan tiga peristiwa pembunuhan yang terjadi di wilayah mereka. Kepalanya pusing selama berbulan-bulan karena belum juga mendapatkan titik terang motif dan terduga pelaku. “Bukan binatang, dan sulit juga mengatakan ini ulah manusia.” Dia berjalan menelusuri jejak-jejak darah, lalu menemani para petugas yang masih mencari serta memotret bukti-bukti. Kepalanya sering pening karena pembunuhan beruntun ini. “Ini memang bukan dilakukan oleh manusia … biasa,” sahut Sherrif Tom Douglas menoleh ke sisi kanan, tepatnya pada luar garis polisi dimana ada seorang pemuda berambut coklat kehitaman tiba-tiba saja sudah berdiri disana sembari mengamati situasi. Pria dua puluh tahunan tersebut tampak mengeryitkan dahi seakan banyak hal yang dia sembunyikan. Ketika matanya bertemu dengan Sherrif, dia lantas berbalik dan berjalan masuk ke kedalaman hutan. Deputi Will Black menatap atasannya kembali. Sorot matanya mengarah ke arah tempat Sherrif melihat, tapi tidak ada siapapun kecuali pepohonan cemara yang semakin lebat dari hari ke hari. “Ada apa?” “Tidak apa-apa, coba kau periksa berkas mantan narapidana yang keluar dari penjara tahun ini,” perintah Sherrif Tom Douglas. Dia tidak serius saat memerintahkan hal tersebut, terkesan ingin menyibukkan wakilnya saja. “Ini adalah kota kecil dengan penduduk yang sedikit, tidak akan ada penjahat yang bisa bersembunyi lama disini.” “Tapi aku sudah ...” Deputi Will Black tampak mengerutkan dahi. Dia ingin sekali menyanggah, tapi urung ketika melihat tatapan sang atasan terlihat penuh tekanan. “Baiklah.” “Aku ada urusan sebentar, aku akan kembali ke kantor selepas makan siang.” “Oke.” ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
61.8K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook