Bab 15. Petaka Malam Pertama

1065 Kata

"Memangnya kenapa? Aku udah jadi milik kamu, kamu boleh menyentuh aku kapan aja. Aku bebaskan. Di mana letak kesalahan aku?" Suara Karin tak kalah membentak. "Kamu pikir cukup dengan itu semua?" Frans menarik bahu Karin, meremasnya sekuat tenaga hingga pemilik bahu itu meringis kesakitan. "Sakit, Mas." "Sakit? Cuma seperti ini kamu bilang sakit? Apakah kamu pikir sikap kamu ini tidak menyakiti perasaan aku? Khah!" Karin memejamkan mata dengan erat seraya menahan rasa sakit akibat dari cengkraman kedua tangan Frans. Tidak tega melihat wanita yang dicintainya kesakitan, Frans pun melepaskan cengkeramannya sambil mendorong secara kasar hingga ia terhuyun satu langkah ke belakang dan hampir jatuh. Tentu hal itu sangat mengejutkan. "Mas Frans," lirih Karin. "Keluar dari kamarku!" "Maafka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN