"Nggak perlu juga kan aku jelaskan kenapa sampai menyalahkan kamu?" "Apa pun alasannya, kamu tetap pria b******k, Mas. Nggak tau malu." "Terserah kamu mau anggap aku seperti apa, aku nggak perduli. Bersiap-siaplah, setelah ini kamu ikut aku ke kantor. Pakai pakaian yang pantas." "Ke kantor? Mau ngapain?" Tidak menjawab, Frans langsung pergi menutup pintu dengan kasar, kembali menemui wanita itu yang saat ini sedang menunggunya di ruang makan. Menunggu upah atas jasanya. "Ini bayaran kamu." Amplop berukuran sedang berwarna putih itu ia serahkan. Wanita itu menerimanya seraya berterimakasih. "Terima kasih. Apakah pekerjaan saya sudah selesai?" "Iya, pakai kembali pakaianmu, lalu pergi." "Baiklah." Wanita itu berdiri, melangkah menghampiri Frans hendak menciumnya, tetapi Frans menghin

