Lelaki itu menggapai Ranti dan berusaha membawa kedekapannya. "Kamu cantik… Sini dong, jangan jauh-jauh…. ngggg… mmm…" David mulai menceracau tidak jelas. Karena tadi lelaki ini sudah diberi minuman keras terlalu banyak oleh Siska. Ranti mengernyit, tidak biasa ada pelanggannya Riska memuji dirinya, namun sedetik kemudian ia segera sadar kalau saat ini David berada dibawah pengaruh alkohol. Mata Ranti mengitari setiap sudut kamar hotel itu. Ia merekam setiap detail dari apapun yang ia lihat. Ranti tidak menemukan sesuatu yang memberi petunjuk di ruangan itu. "Bisa lebih dekat kesini? Kamu seperti patung lilin, apa ini nyata?" David memegang kepalanya yang terasa semakin berat. Sedangkan tangannya yang lain mulai menjelajah paha Ranti. Jari-jemarinya yang terasa dingin semakin lama kia

