39 Benigno yang berada di kasur, berulang kali tersenyum menyaksikan tingkah Adik sepupunya yang kentara sekali sedang bingung. Benigno sebetulnya ingin bersorak karena Jewel berhasil mengalahkan Trevor dengan telak. Pria yang usianya lebih muda, tetapi tubuhnya lebih tinggi, jalan mondar-mandir sembari menggaruk-garuk kepala atau dagunya. Trevor juga berkali-kali mendengkus kuat untuk mengusir kegundahan hatinya. "Daripada bolak-balik gitu, mending kamu telepon Papa sama Mama. Agar mereka nggak kaget kalau tiba-tiba diminta datang untuk menghadiri pernikahanmu," usul Benigno. Trevor berhenti dan duduk di tepi kasur. "Itu yang bikin saya bingung," balasnya. "Kenapa?" "Gimana cara ngomongnya?" Benigno berdecih. "Gitu aja bingung," ledeknya. "Bantuinlah, Mas." "Kamu yang mau

