Semuanya memandang Saka dengan tatapan harap-harap cemas, terutama untuk Pak Joko dan Gita yang notabenenya menjadi topik utama pembicaraan ini. Saka membasahi bibirnya sekilas lalu memandang tepat ke arah manik Pak Joko dengan tajam. "Tapi bila kamu berani membuat Gita menangis sekali saja .... maka kamu hanya akan tinggal nama!" Selanjutnya tatapan Saka itu perlahan mengendur, membuat jantung Gita yang awalnya akan melompat dari tempatnya itu berhenti berdetak sejenak. WAIT.... TUNGGU DULU!!! Gita menutup mulutnya dengan ekspresi yang sangat excited. "Pak!" "Iya, saya merestui hubungan kalian." Gita menangis, IYA! dirinya menangis haru tidak menyangka kalau Bapaknya akan merestuinya. Bahkan Pak Joko, dia sampai menutup mulutnya menggunakan punggung tangannya karena merasa sangat te

