Salah Paham

1052 Kata
Di kantin sekolah, Nana melihat Zara hanya duduk diam dan mengaduk-ngaduk minumannya. Nana terus memperhatikan Zara hingga beberapa menit, ia melihat Sera berjalan menghampiri Zara namun ia menghentikan nya. "Ada apa mbak?" tanya Sera sembari membawa minuman di tangan nya "Coba kamu lihat Zara, dari tadi ku perhatikan dia hanya diam saja. Apa dia sedang ada masalah?" Tanya Nana "Seperti nya iya Mbak." Ucap Nartik menyela pembicaraan Nana "Bukannya masalah sama Ryan udah selesai ya? Tapi kok masih murung aja." tanya Sera heran "Nah itu, lalu dia kenapa lagi?" lirih Nana "Daripada kita terus menebak, bagaimana jika kita samperin saja Zara, lalu kita tanya ada masalah apa? Jadi kan kita nggak pusing memikirkan Zara." Tutur Nartik "yaudah, ayo!" ajak Nana Mereka berjalan mendekati Zara. Nana sangat kesel melihat Zara yang dari tadi tidak melihat ke arah nya, akhirnya Nana pun mendobrak meja kantin sekolah. Akibatnya semua mata tertuju ke arahnya. "ZAARAAAA..." Teriak Nana "ishh, apaan sih Mbak? berisik tauk." Keluh Zara "kamu sih dari tadi diam saja. Sebenarnya kamu kenapa?" tanya Nana "Iya mbak, nggak seperti biasanya diam terus. Apa sudah capek ngomong yaa?" sela Sera di iringi suara tawa dari teman nya "apaan sih," Ucap Zara kesal "Udah dong! Kasian temen kita yang satu ini, sepertinya sedang galau berat." Ujar Nana "Nahh gitu dong peka." Ketus Zara sambil meminum milkshake miliknya. "ehh bentar, aku harus ke kelas dulu. Aku lupa tadi belum ngerjain tugas dari bu Aini." Ucap Nartik " Oke." "Yaudah kamu sekarang cerita gih," ujar Nana Zara pun menceritakan tentang Walsa yang mengirimi nya sebuah Surat.dan meminta nya untuk menjauhi Ryan. "Masa sih adiknya ngirim surat mbak?" tanya Sera "iya." jawab Zara lemas "wahh wah wah, jadi kamu mau gimana?" tanya Nana "nggak tau." Jawab Zara "kamu sudah bilang sama Ryan belum?" Zara hanya menggelengkan kepala. "kenapa kamu nggak ngomong saja sama Ryan, mungkin ada solusi nya." Jelas Nana "nahh bener tu yang dikatakan mbak Nana." Sahut Sera Zara hanya terdiam memikirkan solusi dari Nana dan Sera. Ting...Ting...Ting... Bel berbunyi pertanda sudah saatnya masuk ke dalam kelas. Zara, Nana dan Sera berjalan menuju kelas Bersama. Saat pelajaran, Zara sama sekali tidak mendengarkan apa yang di jelaskan oleh guru nya. Yang sedang Zara lakukan hanyalah mencoret - coret kertas miliknya dan bermain dengan fikiran nya sendiri. Nana yang melihat itu pun bertanya. "kamu ngapain Ra? Kenapa setiap galau nggak pernah dengerin penjelasan guru?" tanya Nana "Emm.. otak nya lagi nggak bisa di ajak konsentrasi. Kan kasian di paksa-paksa nanti malah nggak mau mikir lo." Jelas Zara "hah?" "Benarkan? " tanya Zara sambil menaik turunkan alisnya "Alasan macam apa itu? Bisa - bisa nya yaa Ryan punya pacar kayak gini, ku kira Ryan itu pintar di sekolahnya tapi kok bisa punya cewek kayak gini?" jelas Nana heran "Lah, mbak kok ngomong nya gitu sih. Tapi kan aku sama Ryan bukan pacar, kami hanya teman dekat saja namun terasa seperti pacar." pungkas Zara dengan suara kecil nya. Zara pun tertawa, dan menutup mulutnya. "kenapa Ryan suka orang kayak kamu yaa?" guman Nana Nana sangat jengkel melihat sahabat nya yang masih belum juga berkonsentrasi dengan pelajaran nya. "kan cinta buta mbak. Hahaha" jelas Zara "wah anak ini bener-bener nggak waras. awas ka..?" belum sempat Nana selesai berbicara , bu Aini menyela nya "Kamu sedang apa Nana? Kenapa dari tadi ibu lihat kamu bicara terus, Apa kamu sudah paham?" tanya Bu Aini Zara melihat Nana yang gugup menjawab pertanyaan bu Aini pun menahan tawanya, jika tidak nanti ia juga akan di tanyai oleh bu Aini. Nana melihat Zara geram, namun ia masih menahan emosi nya. "Nana kenapa diam?" tanya Bu Aini lagi "oh enggak bu, maaf." Ucap Nana "Iyaudah lain kali jangan di ulangi lagi." "i..ii..ya bu.." jawab Nana Setelah pelajaran Bu Aini selesai, Zara tertawa puas melihat Nana cemberut karena marah dengannya. Karena ulah nya lah Nana mendapat teguran. "Mbak jangan marah yaa, hehehe.." ucap Zara "bodo amat, aku mau pulang." jawab Nana ketus "yahh.. kok pulang?" "emang kamu mau gantiin pak Satpam jagain sekolah? Aku sih ogah. Kalau kamu nggak papa." Ucap Nana "dih.. jahat bener." Jawab ku Zara dan Nana pun berjalan Bersama dengan guraun mereka. *~*~* Sesampainya di rumah Zara makan dan mengganti bajunya. Ia melakukan aktivitas seperti biasa nya sembari menunggu Ryan pulang dari sekolah. Karena Zara dan Ryan berbeda kelas dan juga tempat sekolah nya. Zara duduk di depan teras dan merenung. "Apa aku harus cerita sama Ryan ya kalau aku dapat surat dari Salwa. Tapi Salwa menyuruhku untuk tidak bilang sama Ryan. Adek sama Kakak sama saja buat aku pusing." Batin Zara Drtt..drtt..drtt... Suara ponsel Zara berbunyi "Bawell." sapa Ryan "udah pulang ya? Bagaimana sekolah nya hari ini?" tanya ku "Agak ribet. Aku capek sekarang, aku mandi dulu yaa?" "iya bawell." Zara membuka isi galeri foto nya, ia ingin membuat insta story di BBM. Zara menemukan foto memegang rokok dan berpose seolah-olah ia sedang merokok. Foto ini hanya iseng saja dengan teman-teman nya yang lain tadi saat berkumpul. Akhirnya munculah ide dari Zara. "bagaimana kalau foto ini aku kirim saja ke Ryan, mau tau ah reaksinya xixixi.." ucap Zara Ia mengirim foto tersebut dan menunggu balasan dari Ryan. Ting... "Foto apa ini?" tanya Ryan "hanya iseng saja bawell, bagus kan?" tanya ku "enggak. Aku benci lihat cewek foto kayak gitu." "hah, kok benci?" "itu di lihat dari foto nya kamu batang rokok nya deket banget yaa? Kok ada asap rokok nya?" "Ohh itu asap dari rokok nya Angga, aku Cuma pegang batang rokok nya saja." Jelas ku "kamu hapus foto itu atau aku blokir kamu?" Pesan yang di kirim Ryan membuat Zara sangat terkejut. "hanya karena aku foto berpose pegang rokok kamu marah? Bahkan kamu mau blokir aku?" tanya Zara Mata Zara sudah berkaca - kaca, ia ingin menumpahkan air mata nya tapi ia mengurungkan niat nya dan berfikir positif saja, mungkin yang di katakan Ryan hanya bercanda. "iya." Jawab Ryan singkat "seharusnya aku yang marah sama kamu tapi kenapa malah kamu?" cetus ku "kenapa kamu yang marah?" itulah Pesan terakhir Ryan dan Zara malam itu, akhirnya Ryan pun memblokir akun Zara. Air mata nya tumpah seketika, ia tidak mengira Ryan akan melakukan ini padanya. "harusnya aku yang marah, aku yang blokir kamu tapi ini malah sebaliknya! Apa Ryan tidak menyayangi ku? hingga dia sejahat ini sama aku?" batin Zara Zara menangis malam itu hingga ia tertidur.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN