“Hai, apa kamu masih ingat denganku, Honey?” Bola mata Gilly seketika membelalak, suara serak seorang laki-laki di panggilan itu tak asing. “Haish, sialan kalian!” umpat Gilly geram mendengarkan tawa di ujung sana yang terdengar keras menertawakan dirinya. “Apa kau tidak ada kerjaan hah selain mengejutkanku, Daniel?” seru Gilly kembali mengatur degup jantungnya yang berdetak kencang. Sungguh dia takut. Takut, Gabriel berhasil menemukannya di saat Gilly sudah jauh lebih baik saat ini. Saat di mana dia ingin membuka hidupnya yang dulu sebelum mengenal Gabriel. Saat ini yang Gilly inginkan hidup tenang dan aman bersama dengan orang tua satu-satunya Amy. “Di sana siang bukan?” tanya Daniel diiring tawa. Ya, kode area Jerman dan pemilik number tersebut adalah milik Daniel karena dulu dia da

