Di perjalanan menuju rumah sakit, Anya duduk termenung di samping Ethan yang sedang menyetir. Pandangannya sesekali melirik Ethan yang fokus pada jalan. Pikirannya melayang, dipenuhi pertanyaan. “Benarkah yang difoto itu adalah saya? Tapi kenapa aku tidak ingat? Apa yang sebenarnya terjadi padaku?” kegelisahannya tergambar jelas. Ethan menyadari lirikan Anya padanya. Tanpa menatap Anya, Ethan menyahut tajam. “Berhenti menatapku seperti itu, kau membuatku jijik.” Kata-kata itu menusuk hati Anya. Anya pun hanya bisa menunduk diam hingga akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Ethan memberikan Anya sebuah penekanan dengan tegas. “Ingat, kau harus menyakinkan keluargaku bahwa kita benar-benar pacaran.” Anya mengangguk patuh, “Baik.” Ethan kembali melanjutkan kali

