Tiga hari telah berlalu, Anya masih berusaha mencari kolega baru yang bisa membantu perusahaan suaminya. Ia mengunjungi beberapa perusahaan kecil dan menawarkan berbagai kesepakatan. Hanya saja, semuanya memiliki jawaban yang sama. Mereka tak bisa menerima tawaran Anya dan meminta Anya menunggu kabar, sebab selain Anya ada perusahaan lain yang mengajaknya kerja sama. "Selalu saja seperti ini," gumam Anya pelan dan menghela napas. Ia baru saja keluar dari perusahaan kecil bernama Rabbit Corporation. Salah satu perusahaan yang bergerak sama dengan perusahaan milik suaminya. "Istirahat dulu deh," batinnya lelah. Anya pun memutuskan untuk membeli makanan di salah satu restoran tak jauh dari perusahaan Rabbit Corporation. Sambil menikmati makanan yang telah ia pesan, Anya pun sibuk denga

