Jam telah menunjukkan pukul delapan malam, sudah waktunya makan malam bersama, namun Ethan masih belum kembali. “Anya, apa Ethan belum pulang?” tanya Bu Alena menghampiri Anya yang saat ini sedang menunggu suaminya di ambang pintu utama. Ia merasa cemas akan keadaan suaminya, baru kali ini Ethan pulang terlambat. “Iya, Ma,” jawab Anya dan kembali menatap keluar, berharap suaminya segera kembali. Tapi, apa yang ia harapkan tak kunjung datang. Bu Alena tersenyum tipis, lalu memegang tangan Anya. “Ayo makan malam bersama, mungkin Ethan lagi ada kerjaan di luar,” ucap Bu Alena menasehati. Walau sejujurnya ia juga merasa khawatir akan keadaan putranya di luar sana. Baru kali ini Ethan melewatkan makan malam bersama. Tak bisa menolak ajakan mertuanya, Anya pun mengangguk lalu mereka bergeg

