Ikatan Kontrak Yang Membelenggu

1017 Kata

Suasana pesta pernikahan masih hangat terasa. Anya duduk di antara keriuhan keluarga besar suaminya. Selain itu, ia juga di kelilingi hidangan mewah yang tersaji di atas meja. Ada banyak hidangan gaya luar negeri. Ada makanan ala korea, ala jerman, amerika hingga pencuci mulut pun dibuat dengan berbagai jenis. Namun, aroma lezat itu tak mampu menggunggah selera Anya. Perutnya terasa mual sejak tadi, sebuah ketidak nyamanan yang ia kenal begitu baik. Kain yang ada di pangkuannya ia remas pelan. Berharap rasa mual itu berkurang. Namun, tetap saja ia merasa tersiksa dengan rasa mual itu. Ethan, dengan penuh perhatian selalu singgap, menyodorkan sepotong daging panggang ke arah Anya. “Cobain, Sayang. Kamu belum makan apa-apa sejak tadi siang,” kata lelaki itu dengan senyum lembut di wajah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN