Bisikan Maaf dan Harapan

1001 Kata

Sinar pagi mulai memasuki kamar Anya melalui jendela kamarnya. Debu-debu kecil berterbangan dalam sinar mentari yang masuk dan menciptakan suasana yang hangat. Merasa terganggu dengan sinar mentari yang mulai menerpa wajahnya, Anya pun terbangun dari tidurnya. Saat ia membuka kedua matanya, ia langsung tertuju pada tempat tidur yang kosong. Ia tak menemukan Ethan di sampingnya. “Sepertinya dia sudah berangkat ke Kanto,” batin Anya lalu bergegas turun dari ranjang menuju kamar mandi. Setelah setengah jam berada di kamar mandi, Anya pun keluar dan bergegas memakai baju yang telah ia siapkan sebelumnya. Ia memakai bedak seadanya. Saat ia bercermin ia melihat kedua matanya masih bengkak setelah menangis semalaman. “Semoga bengkaknya cepat hilang,” bisik dalam hati. Setelah berdandan, Anya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN