Setelah malam itu, Zayyan lebih sering mengantar dan menjemput Dia ketika ke kantor mau pun saat waktu pulang tiba. Banyak yang membicarakan mereka karena tampak lebih dekat sering bersama. Sama seperti saat ini, ketika mereka baru saja datang dan keluar dari mobil yang sama. "Keren mereka. Udah Pak Zayyan-nya ganteng, dapet Bu Dia yang juga cantik," celetuk salah satu karyawati. "Tapi, aku dengar Bu Dia itu janda. Bener kan?" Karyawati yang lain ikut nimbrung. Mereka berdiri di balik dinding dengan tatapan terus mengikuti langkah Dia dan Zayyan. "Memang janda. Dan kudengar beritanya itu kalau Bu Dia cerai karena suaminya selingkuh. Ada juga yang bilang kalau mereka cerai karena anaknya mati." "Astaga, mati? Kenapa matinya? Aku enggak pernah denger kalo Bu Dia punya anak. Apa Pak Zayy

