"Bang, kita mau ke mana?" Diandra terus mengikuti pria itu masuk ke dalam. Mereka langsung disambut hangat oleh pemilik toko berlian itu. Jejeran perhiasan dengan permata mengkilau itu terpajang pada patung-patung leher di atas etalase. Juga beragam cincin dan kalung mewah di sana. "Mbak, tolong yang itu!" tunjuk Zayyan pada salah satu benda di dalam etalase. Seorang wanita berseragam keabuan dengan sanggul rambut di bawah langsung mengambilkannya untuk pria itu. Zayyan langsung memperhatikan benda mengkilau itu dengan cermat. Tanpa menunggu kata lagi, ia meraih tangan Diandra lalu memasangkan cincin berlian itu di jari manisnya. Dia sendiri pun terperanjat sampai tak bisa berkata-kata. Ia tak mendapat izin mengutarakan pertanyaannya pada pria itu. "Suka enggak?" tanya Zayyan sera

