Kemarahan Dewi

1227 Kata

"Kenapa diliatin terus sih! Masih nyimpen perasaan?" sindir Dewi ketika Dani sering melamun setelah pulang dari jalan tadi, karena mereka berpapasan dengan Diandra. Dani menghela napas panjang. Ia tak menjawab sepatah kata pun. "Mas!" sentak Dewi lagi. Sambil menepuk lengan kekar Dani ketika pria itu duduk sambil termenung di dalam kamarnya. "Wi! Bisa enggak sih sehari aja enggak bikin telingaku panas? Kamu ini bisa enggak bicara pelan-pelan, lemah lembut kayak Diandra?" "Dia lagi Dia lagi. Dia aja terus. Sejak kalian bercerai, aku yang jadi korban. Mas lebih sering melamun terus. Pengeluaran membengkak, aku juga yang harus bantu nutupi kebutuhan." "Ya Allah, Wi. Kalau bukan kamu siapa lagi? Jangan cuman bisanya ngabisin duit laki aja! Aku berumah tangga sama Diandra itu enggak pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN