Sesampainya di rumah sakit dia tidak melihat siapa pun yang mengikutinya, dia berusaha untuk tidak pernah menganggap terjadi apapun saat ini, setelah berada di ruangan dokter itu mengecek semua kesehatan pada dirinya. Dokter mengatakan kelebihan dalam keadaan baik-baik saja hanya untuk sementara waktu segera beristirahat agar pemulihan dengan cepat. Clarissa mendengarkan penjelasan dari dokter kandungan itu. Lalu dia berkata "terima kasih dokter berapa bulan lagi saya akan segera memeriksa kandungan kembali dan aku berharap anak dalam kandunganku itu baik-baik saja tidak ada yang bisa aku lakukan lagi, untuk kedua kalinya aku harus mengalami hal seperti ini aku takut kejadian setahun yang lalu akan kembali lagi."
"Iya ibu Clarissa, semoga tidak terjadi apa-apa ya kalau begitu selamat pagi."
Perasaan Clarissa begitu sangat kacau setelah dia berada dalam mobil hatinya berkata kalau ada yang memata matai nya, dia menarik napas panjang dan berusaha untuk tidak merasa cemas kepada dirinya sendiri jika suatu saat nanti ada yang terjadi di perjalanan panjang itu dia menyetel musik di dalam mobilnya, dia mencurigai ada motor yang sedang mengikutinya nya rasa cemas itu kembali lagi, tidak hanya itu mobil yang tadi kembali mengikuti nya juga dia berusaha untuk segera melaju kencang mobil tiba-tiba tidak disangka mobil tersebut menyerempet Clarissa membuat Clarissa hilang kendali wanita tersebut membanting setirnya kearah trotoar jalan, teriakan histeris Clarissa sangat kuat membuat orang di sekitar itu mengerumuni nya.
Salah satu warga di sana langsung membuka pintu melihat keadaan Clarissa.
"Mbak, apa yang terluka?" Tanya warga tersebut.
Clarissa melihat dia dalam keadaan baik-baik saja, tidak ada luka sedikitpun tetapi hanya ada goresan mobil saja. Clarissa berusaha tenang dan tidak memikirkan bagaimana dia nanti akan pulang dan menjelaskan apa yang telah terjadi pada mobil ini.
"Saya tidak apa-apa pak, saya usahakan hati-hati lagi untuk membawa mobil. Terima kasih ya pak sudah membantu."Clarissa kepada warga yang membantunya tadi.
Dalam perjalanan itu dia begitu sangat khawatir ada orang yang tidak menyukainya dan membuat dia celaka. Di dalam hati Clarissa berkata, "siapa orang tadi apakah aku mengenal? Aku pasti dalam keadaan yang diteror lagi. Memberi tahu ke semua orang di rumah kalau ancaman itu kembali kepadaku Aku tidak ingin mereka akan mengawatirkan keadaanku juga saat ini juga aku berharap tidak ada yang bisa aku lakukan lagi selain mendapatkan yang terbaik untuk mereka semua. Kalau jika Alban melihat ada goresan dalam di mobil ini pasti dia akan bertanya apa yang telah terjadi padaku! Argh... Aku sangat pusing memikirkan nya kaulah perbaiki dulu mobilnya kan berhari-hari di bengkel dan pasti membuat dia curiga. Aku harus menjaga agar semua lain tidak cemas."
dalam hati gelisah hanya dia pulang dan berusaha tersenyum di hadapan semua orang di rumah, sesampainya Clarissa disana, Armand melihat wajah aneh yang terlihat jelas olehnya.
"Clarissa, apa yang sudah terjadi? Aku melihat wajahmu begitu sangat cemas ceritakan kepadaku." Tanya Armand dengan tegas.
"Eeee... Hmm... Itu aku... OOO... Aku cemas bagaimana nanti jika Alban melihat kalau aku tidak sengaja menggoreskan mobilnya saat di parkiran tadi bagaimana ya?" Ucap Clarissa yang harus berkata bohong kepada Armand.
"Ooo soal itu tidak akan masalah, yang terpenting kau tidak apa-apa. jika ada terjadi apa-apa denganmu pasti dia mah kamu marah kan sayang kepada mobil itu tapi sayang kepadamu! Kalau begitu segera istirahat dokter telah mengatakan itu. Tugasku hanya ingin terlihat sehat-sehat saja saat para suami tidak ada di rumah." Ucapkan kepada Clarissa.
"Ya Baiklah aku akan segera ke kamar, terima kasih perhatiannya." Ucap Clarissa yang langsung berlari menuju kamar.
Clarissa sesampai di kamarnya dia begitu sangat lega, dia merasa apa yang dia katakan itu sangat berbohong dia ada yang bisa dilakukan selain mendapatkan ketenangan di dalam rumah, "Huft... aku sangat megah itu semua buat aku kepikiran apa yang telah terjadi nanti, Aku sudah di tahu siapa yang ingin melakukan kejahatan padaku sejauh ini pun sangat berharap untuk tetap menjaga semua rahasia apa yang terjadi pada hari ini."
Di tempat lain, di sebuah Apartemen itu Ramora yang sangat mengamuk telah mendengarkan kegagalan dia untuk mencelakai Clarissa, dia memarahi seorang pria yang telah gagal melakukan rencananya. "Kalian semuanya BODOH!!! Bisa mati percuma Benitoar kalian dengan ha ha ha tidak bisa menjalankannya! Aku tidak mau tahu kalian harus bisa membunuhnya jika tidak bisa, bawa saja dia ke rumah sakit dan buat dia menderita. Dalam waktu dekat ini aku mau game berada ditanganku. Clarissa telah menghancurkan kehidupanku setelah dia akan aku buat mereka sangat jera satu persatu." Ternyata dibalik semua kecelakaan Clarissa alami tersebut adalah Ramora merencanakan semuanya, tidak pernah jera sedikit pun wanita tersebut untuk mencelakakan keluarga apa, dia merasa sangat kesal rencananya begitu gagal saja tidak ada yang bisa dilakukan lagi selain mendapatkan yang terbaik untuk kebahagiaannya sendiri.
malam harinya Clarissa masih termenung jika mengingat apa yang telah terjadi pada dirinya sendiri, tidak ada satupun yang bisa dilakukan selain menjaga keluarganya sendiri. Auristella melihat Clarissa yang hanya termenung di ruangan tersebut, dia sangat curiga pasti ada terjadi apa-apa pada dirinya. Lalu Auristella bertanya kepada Clarissa dengan wajah yang sangat serius
"Clarissa kenapa kau teman yang seperti itu? Apakah ada yang membuatmu kesal hari ini katakan saja kepadaku. aku sangat curiga tidak biasanya kau semua orang itu dan saat itu juga aku melihat tidak ada titik semangat pada dirimu sendiri nya. "Ucap Auristella pada Clarissa.
Alisnya langsung terkejut saat kakak iparnya menanyakan hal itu, dia sangat ragu untuk menjelaskannya kalau itu terjadi semua saudaranya akan mencemaskan keadaan dia, dia menjawab dengan rasa tenang nya, "Hm... Tidak apa-apa Aku cuma berharap tidak ada yang bisa dilakukan lagi jika suatu saat nanti semuanya bisa berjalan dengan lancar. Aku baik-baik saja mungkin karena bawaan dari kehamilanku aku yang harus menuntut aku beristirahat seterusnya."
"Aku kira apa masalah yang terjadi, jangan khawatir itu semua akan bisa dilewati bersama-sama. Semua yang telah dokter berikan itu untuk kebaikanmu jangan pernah merasa mengeluh saat dokter itu mengatakan ingin mengekangmu, buang pemikiran itu tatap masa depanmu karena ini adalah kebahagiaan yang telah Tuhan berikan sampai kapanpun kau akan terus mendapatkannya jangan sampai orang lain bisa melakukan hal yang tidak pantas di lakukan." Ucap Auristella kepada Clarissa.
"Iya Ratu, mungkin aku terlalu untuk menjalani hari-hari ini semoga saja aku cepat sembuh dan tidak ada permasalahan yang terjadi padaku saat ini. Kasihan Albandia sudah berusaha mati-matian menjaga aku tapi malah aku yang mengeluh seperti ini dan melalaikan ucapan dokter. Buka saja kita semua bahagia ya Kak."
"Iya Clarissa semoga kita akan bahagia selalu, tidak ada yang bisa dilakukan lagi untuk mendapatkan yang terbaik. Jangan pernah khawatir kau sendirian di sini ada aku yang akan menemanimu,menjadi seorang kakak ipar yang tertua adalah tanggung jawab ku jaga satunya orang berada di rumah ini. Mulai dari sekarang kau jangan pernah menyerah untuk mendapatkan sesuatu kebahagiaan." Ucap Auristella kepada Alici yang sedang tertunduk.