Bab 4

1413 Kata
"Ya ampun sayang kamu repot sekali membawanya Aku berharap aku bisa makan siang nanti di rumah saja, setelah melihat kamu membawanya ya udah mungkin nanti pulangnya lama karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan secepatnya." Ucap Alban kepada Clarissa.  "Hm... Baiklah aku kira-kira kamu akan pulang cepat aku sudah enggak apa-apa aku akan menemuiku di rumah saja. Kalau begitu silakan makan aku akan akan bersamamu juga." Ucap Clarissa kepada Alban. Saat suaminya sudah mengambil makanan yang disediakan oleh Clarissa, Alban melihat dia begitu sangat gelisah dan seperti orang yang kecemasan, dan dia bertanya kepada Clarissa dengan senang hati, "sayang kamu kenapa sepertinya kamu sangat gelisah? Coba katakan kepadamu apa yang telah terjadi."tanya Alban kepada Clarissa dengan wajah tegasnya. Clarissa bingung untuk menjelaskan dia takut nanti membuat suaminya akan kepikiran dia berusaha untuk tenang dan menjelaskan kalau dia sedang baik-baik saja, dia berharap soalnya itu tidak memikirkan keadaannya terus sampai lupa akan pekerjaannya, Clarissa tersenyum memandangi wajah Alban yang sangat kaku itu, "Aku tidak apa-apa sayang mungkin aku sangat aku seperti ini, karena aku juga memikirkan kalau telat makan ya ntar juga tidak mau makan di kantor ya aku mau aja makannya sekalian aku ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan ku juga. kan aku tahu kalau kau tidak bisa menemani ku hari ini aku berharap aku bisa mandiri seperti dulu lagi mana-mana sendirian, jadi jangan khawatir ya sayangku..." Alban menghela napasnya Dan dia berkata, "syukurlah jangan pernah menganggap diri kau bisa menjadi orang yang sangat terbaik untuk itu, tidak ada satupun yang bisa aku lakukan lagi selain menjaga dirimu Clarissa. Hidupku ada ditanganmu, sebaliknya juga. Jangan lama-lama ada di luar rumah , harusnya pemberitahu ini ke sini kalau aku tahu apakah melarang untuk berpergian."  "Aku tidak mau memberitahu dulu kita tahu entah apa yang pakai tangan kepadaku,aku juga tidak ingin membuat kau sakit sakit hati atau pemarah temanku jika suatu saat nanti kau marah kepadaku aku akan marah kepadamu kau pikir aku tidak bisa marah hahaha..." Ucap Clarissa kepada suaminya. "Iya aku tahu kok nggak pernah tidak marah kepadaku, dulu kau selalu saja memberi arahan kepadaku agar aku tidak tidak salah langkah lagi awalnya aku sama jengkel tapi kelamaan aku berteman denganmu juga aku terbiasa dengan marahmu, cuekmu,dan perhatianmu juga jadi aku sangat berharap kalau kau untuk tidak melakukan yang bukan seperti yang kau lakukan saat sekarang, jadi mulai sekarang jangan pernah menganggap aku temanmu lagi, aku sekarang adalah suami yang harus bertanggung jawab kepada dirimu."jelas arai kepada istrinya. "Ya sudah makan saja dulu, biar aku bisa selesai dengan urusanku Aku di rumah sakit sayang, aku juga takut di luar lama-lamadan Kau pikir aku tidak bisa menjadi orang yang kau ingin kan , perlu kau tahu Aku begitu sangat merindukan pekerjaan ku yang dulu kau ingat? Menjadi sekretaris mu itu sangat berat tapi seiringnya waktu aku bisa berjalan dengan tenang tidak ada permasalahan lagi yang harus aku lakukan. aku juga tidak menyangka kalau kau tidak memperbolehkan aku kerja lagi sama aku jadi istrimu." "Clarissa sayangku, aku juga tidak mau menggantikan orang lain menjadi sekretaris ku, tetapi aku harus terbiasa dan tidak tergantung kepada sekretaris. Dan juga aku yang membuat peraturan kalau tidak ada karyawan yang  memiliki hubungandalam satu perusahaan karena itu akan membuat hancur jadi aku harus mengorbankan jangan kau bekerja di sini izinkan aku untuk menafkahi mu saja. Tapi aku juga tidak mau kau harus bekerja di tempat yang lain, aku takut akan pergi meninggalkan aku setiap hari tanpa memikirkan aku yang harus dimanja setiap harinya." Jelas Alban memasangkan wajah yang sangat manja. "Berhentilah memasang wajah itu tidak menyukainya kau selalu saja mengatakan ingin bermanja denganku, emang aku tidak pernah merasa kalau suatu saat nanti kau tidak memiliki pekerjaan ataupun yang lain aku bisa membantu itu pikiran maju seorang wanita, dan terluka tahu jauh di pikiranku juga aku ingin hatimu jika itu terjadi.  Jangan berharap aku bekerja untuk nama baik ku saja, itu semua kulakukan demi keluarga saling membantu, kau bekerja aku juga bekerja pasti semuanya akan bisa berjalan dengan lancar kehidupan ini, sampai di sini paham?"  "Iya aku mengerti kau memang pekerja keras, berharap kau tidak melakukan hal yang diluar batas ku, Aku ingin kamu kerja sewajarnya saja ditambah lagi kau sekarang lagi hamil, tidak mungkin kan aku menyuruhmu kerja keras! Alisa Sayang bisa saja aku kerja di kantor ini suatu saat nanti kau sangat sibuk  yang ada kondisinya semakin memburuk,ingat kata apa kata dokter istirahat jangan banyak pikiran dan menganggap kau bisa mengerjakan semuanya setengah sendiri, jika ada jika semua dokter katakan itu berarti ada masalah pada dirimu Clarissa, jangan membantah ku sekarang kau tidak bisa melawan ku lagi, karena aku harus bertanggung jawab denganmu Clarissa aku sudah berani menikahimu karena aku harus berani mengorbankan semuanya untuk istriku yang tercintajangan kau menganggap aku tidak bisa apa-apa dan kau juga jangan menganggap diri ini hanya untuk mendapatkan yang tidak wajar. Aku sangat menyayangimu sampai kapanpun." Jelas Alban kepada istrinya. Clarissa tersenyum memandangi wajah suaminya yang begitu serius ketika menceritakan semuanya tidak dipungkiri lagi apa yang telah dilakukan oleh Clarissa itu sudah membuat seorang Alban yang sangat brutal, cuek, dan pemarah ah sudah dilemahkan oleh kekuatan cinta seorang wanita seperti Clarissa. Wanita itu satu-satunya nya yang di takuti oleh Alban, dan semua perjalanan hidupnya Clarissa lah Yang tahu apa yang harus di lakukan nya.  Tidak di sangka semuanya bisa berubah saat Clarissa hadir dalam kehidupan sejak dulu, memang perjalanan cinta mereka begitu sangat bermakna dari pertemuan, persahabatan, pertengkaran dan juga percintaan sampai mereka harus menikah untuk saling mencintai satu sama lain, begitu besar kekuatan cinta seorang Clarissa kepada Alban.  Tiba-tiba Clarissa sudah merasa lama didalam ruangan menjadi suaminya, dia baru menyadari kalau ingin ke rumah sakit untuk memeriksa kandungannya lagi. Lalu Clarissa berkata kepada Alban, "Sayang ini sepertinya aku harus pergi ke rumah sakit segera soalnya sudah berjanji kepada dokter yang menangani aku, nanti dia sedang menungguku pastinya nya."  "Hm... Baiklah sayang, aku sih berharap kau berlama-lama disini menemani saat bekerja, Aku ingin sekali. Sebagai rasa bersalahku aku tidak bisa menemanimu aku memperbolehkan hehe... Sampai jumpa nanti di rumah ya Sayang ingat jatahku malam ini hahaha..."ucap Alban sambil tertawa menggoda.  "Berhentilah menggoda aku seperti itu, kalau begitu aku pergi dulu awas jangan macam-macam kalau aku tidak ada." Ucap Clarissa sambil melangkahkan kakinya keluar ruangan. Semua orang memandang wajah Clarissa semua karyawan juga melihat dengan wajah yang sangat lama, di dalam hati Clarissa berkata "aku sangat beruntung saat aku bekerja dulu tidak menanamkan suatu perjalanan hidup yang begitu dekat dengan seseorang, mereka semua menganggap aku tidak memiliki permasalahan yang ada Dan menganggap aku juga bukan sebagai sekretaris pribadi Alban hanya menganggap orang kepercayaan. perjalanan cinta aku dan suamiku saat ini baik setelah mengetahui dalilnya Aku begitu menanam kenangan yang begitu sangat berarti di perusahaan ini." Salah satu karyawan menegur Clarissa dengan nada yang sangat ramah, "selamat siang bu, wah sekarang makin cantik saja Bu sukses ya, dan soal kehamilan ibu selamat juga semoga sehat selalu ya Bu." Clarissa menjawab dengan senyuman manisnya, "wah... iya terima kasih, gimana kabar kalian betah ya di sini kerjanya jangan males-malesan temen-temen Aku enggak ada di sini." "Iya nih Bu kok nggak tahu lagi sama siapa kalau ada kesulitan apapun, biasanya ibu selalu ada setiap kita mengeluh dan tidak tahu harus mengerjakan apa. Pak Alban juga tidak mau cari sekretaris lain,malah dia mau mengandalkan semua karyawannya saja bekerja dia belum bisa move on dari ibu hahaha..."  "Iya nggak apa-apa yang terpenting itu kalian bisa berusaha dan nyaman aja di sini nggak ada masalah kan dari gaji ataupun sejenisnya?" Ucap Clarissa kepada karyawannya. "Tidak ada Bu, tidak pernah ada masalah sedikit pun dari dulu. Memang pak Alban adalah CEO yang sangat baik tidak pernah menyalahkan sesuatu kepada pegawainya, Salome sejahterakan semua karyawan yang bekerja dengannya."ucap karyawan itu. Clarissa menganggukan kepalanya lalu dia tersenyum sambil berkata, "syukurlah tidak ada permasalahan yang terpenting kalian nyaman dan aman disini, kalau begitu saya permisi pulang dulu ya ada pekerjaan yang harus saya kerjakan dulu sampai ketemu lain waktu ya."  Clarissa langsung pergi meninggalkan karyawan itu dan menuju mobil.dia memandangi sekitar parkiran apakah mobil yang nyakitin hati masih masih ada atau tidak ternyata dia begitu sangat lega melihat tidak ada jejak satupun orang yang memata- matainyanya, "Huft... syukurlah kalau tidak terlihat lagi aku berharap tidak ada permasalahan yang harus aku selesaikan saat ini aku juga bingung harus mengatakan apa lagi kepada orang jika memang terjadi sesuatu kepadaku. Tidak jelas wajahku sangat cemas di depan suamiku,Iya begitu sama khawatir berusaha dia mencari tahu apa yang terjadi. Kalau segera ke rumah sakit pasti dan pulang menuju rumah. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN