Akhirnya Clarissa tidur dengan lelap berusaha untuk membuang pikiran negatif nya tentang semua firasat Alban, ukiran Clarissa hanya kepada kandungan yang harus dijaganya itu demi kebaikan keluarga dan Alban, kematian, cinta, dan kebahagiaan itu sudah diberi Tuhan dengan jalan sendiri Clarissa berusaha menjalankan agar takdir itu terlepas dari masa kelam Alban dulu kepada siapa pun. Dia sangat tidak kuat menjalankannya agar semua itu bisa dia lakukan untuk mendapatkan yang terbaik untuk mendapatkannya.
tepat di pukul 12 malam Armand yang sedang duduk bersantai sambil memandangi langit malam yang di penuhi bintang,dia memikirkan harus bagaimana di menjalankan hari-harinya di keluarga Adorjan. tiba-tiba dia tidak sengaja melihat dari atas balkon kamarnya ada seorang pria yang memakai pakaian hitam sedang memandangi pagar rumah. Dia begitu sangat curiga dia memandangi dengan seksama siapa orang itu, tatapannya tidak beralih kepada sosok misterius tersebut ternyata pria itu sedang memandangi Armand. saat Armand ingin menyembunyikan dirinya kembali melihat ternyata sesungguhnya tidak ada lagi dia curiga dan langsung berlari menuju pagar. Rasa cemasnya begitu tidak tertahankan lagi, Armand mencari pria tersebut, berusaha agar semua orang tidak melihat dia sedang keluar rumah.
Benito tidak sengaja melihat berlian yang sedang berlari menuju pintu keluar, dengan sigap Benito menghampiri Armand. "Armand! Kenapa kau malam-malam seperti orang cemas dan panik begitu? Aku begitu penasaran aku akan berusaha untuk menghampirimu saja."
"Hm... aku bingung saat aku di balkon kamar tadi melihat ada seseorang yang berdiri di depan pagar rumah, Aku kira dia memandangiku ternyata di dari tadi memandangiku dengan tatapan tajam saat Aku beralih pandangan sosok itu tidak ada lagi jadi aku berusaha untuk mengejarnya nyata yang benar-benar tidak ada satu orang pun yang lewat. Aku sangat khawatir teror ini akan terus berjalan, apa karena Ramora melakukannya sampai membuat kita tidak nyaman aku berharap tidak dapat masalah lagi untuk kita jangan sampai dia kembali menemui kita lagi, makanya aku beberapa hari ini tidak bisa tidur untuk memantau dari atas siapa yang melihat, semua CCTV lagu kosong semua sudut rumah ini sudah cukup aman tapi aku harus memantaunya setiap malam jangan sampai ada yang lain untuk mencuri masuk ke rumah." Jelas Armand.
"Huh... Aku sangat bingung caranya bagaimana lagi itulah kegelisahanku hari ini, ancaman itu akan datang terus, kalau memang itu kerjaan Ramora berarti dia masih dendam, habis pikir aku dengan wanita itu tidak pernah bosan dia ingin melakukannya dan hancurkan masa depan dia sendiri yang gila." Ucap Benito kepada Armand.
"Ya sudahlah kita masuk dan untuk tidak melakukan apapun karena semua orang sedang tidur, tidak mau mengganggu kalian yang sedang tidur besok lagi aku akan menceritakan semuanya yang telah terjadi kepada Adorjan, biarkan tetap aman malam ini aku akan mas suruh ke layar mengunci semua pintu pintu dan aku harus memperhatikan CCTV yang telah aku pasang." Jelas Armand kepada Benito.
Benito menganggukkan kepalanya sambil melangkahkan kakinya ke kamar mereka berdua langsung meninggalkan teras rumah dan segera masuk, kawatirkan itu ada di Bryan dan Benito, harapan mereka berdua malam ini tidak terjadi apa-apa.
Keesokan paginya Armand berencana untuk menemui Adorjan, saat Adorjan sedang duduk santai di depan teras rumahnya, "Tuan Aku ingin menyampaikan kecurigaanku semalam tadi, Aku kira itu hanya Benitoangan aku saja ternyata tidak memang benar ada orang yang sedang memata-matai rumah ini, siapanya aku tidak tahu sosok itu begitu misterius jadi aku tidak menganggap orang yang kita tuduh, jika memang itu Ramora dari postur tubuhnya saja itu bukan seorang wanita." Jelas Armand kepada Adorjan.
"Yah aku tahu firasat mang itu sangat benar, memang akhir-akhir ini wanita tersebut tidak pernah lagi untuk datang, kita lihat saja siapa orang itu untuk sementara waktu biarkan rumah ini terjaga dengan baik dengan cara mematikan semua akses yang berada di rumah. Karena mudah untuk di lacak orang."
"Biarkan aku saja yang bekerja Aku ingin semua orang rumah ini aman dan tenang, biar aku melacak siapa sosok misterius yang setiap hari berada di depan pagar memang aku tidak pernah menyangka kalau dia akan selalu seperti, selebihnya Aku harap saja tidak memberitahu kepada istri-istri jika mereka tahu saja membiarkan itu terjadi pada mereka." Ucap Armand kepada Adorjan dengan wajah yang sangat khawatir.
"Yah, Aku harap kau bisa membantu,mempercayaimu jangan sampai semua itu terjadi dalam waktu secepat ini tidak ada yang aku percaya selain kau Armand, yang khawatir kan sekarang kondisi Anggita dan Clarissa mereka dalam kondisi hamil dan mudah untuk di dibenci orang jadi akrab tidak masalah madjiah semoga saja bisa berjalan dengan baik."
Tiba-tiba datang Alban mendengarkan bincangan antara Adorjan dan Armand, bisa itu juga dia mengerti kalau semua itu telah direncanakan oleh suruhan dari Ramora, begitu sangat yakin Alban kalau ini semua udah dari wanita tersebut. "Tuan aku sudah dengar perbincangan kalian berdua, itu pasti ada orang yang ingin mencelakakan keluarga kita kalau perbuatan itu di lakukan oleh dia Ramora, kita lihat saja siapa sosok dibalik belakang semua yang dikirimkan itu adalah Subhan ya jadi aku tidak pernah percaya kalau dia tidak memiliki."
"Benar Tuan, Benito juga mengatakan kalau ini perbuatan benda tersebut, Aku berharap agar mereka bisa berjalan dengan baik lagi tidak memandang siapapun itu orangnya tidak sampai juga kalau dia melakukan hal yang di luar batas, dia begitu sangat dekat dan gila." Ucap Armand kepada Adorjan yang ya langsung terdiam saat mendengar penjelasan dari Alban dan Armand.
Adorjan sementara memikirkan apa yang harus dilakukan saat ini tidak ada satupun yang bisa membuat orang menjadi baik lagi hanya dia dan bisa lakukan, "Oke,aku menerima apa yang kalian bicarakan ini, Aku mau kalian bisa menjaga satu sama lain apapun yang terjadi dalam rumah ini adalah tanggung jawab kalian semua. Dan kau Armandtetap selalu memantau siapa orang tersebut agar kita tidak kehilangan jejak berikan bukti-bukti yang serupa kalau bisa di depan pagar itu kau pasang CCTV yang super kecil agar dia tidak terlihat, supaya kita mengerti siapa yang di balik sosok itu." Ucap Adorjan sudah kebingungan.
Mereka semua masing-masing pergi untuk bekerja hanya tinggal lah Armand, istri-istri udah semua pelayan yang bekerja di sana, semalaman memang Bryan tidak tidur hanya memikirkan itu tidak disangka dia tertidur sangat pulas sampai tidak melihat kalau Clarissa sedang pergi membeli sesuatu yang untuk keperluan nya. Saat Clarissa pergi naasnya dia bertemu dengan Ramora yang sedang duduk memandangi. Di dalam hati Clarissa berkata "kenapa dia berada di situ? Aku curiga aku saja, oke tenang Clarissa kau tetap terus berjalan setelah ini kau pergi."
Setelah Clarissa bergegas untuk memBenitoar tak disangka wanita tersebut menahan tangan Clarissa, matanya yang membulat membuat dirinya semakin seram.
"Lepaskan aku! Apa yang kau inginkan lagi? kok belum jera telah melakukan kejahatan sudah kubilang aku tidak ada urusan dengan lagi tolong lepaskan jangan sampai aku membuat teriakan yang akan didengar semua orang untuk kau diseret kembali lagi di sana." Ucap Clarissa dengan wajah sangat kesal.