Tania yang sedang berada di ruang rawat nya, gegas datang ke ruang UGD. Daniel mengabarinya kalau putra kesayangannya, putra yang menjadi tujuan hidup nya selama ini sama seperti dirinya harus menjalani perawatan. Langkah kaki Tania terhenti, saat dilihatnya Drake. Tatapan mata nya bertemu dengan tatapan mata Drake, sesaat mereka berdua terhipnotis, melalui tatapan mata keduanya menyampaikan beragam pesan. Ada rasa rindu, kecewa dan luka yang seolah tersampaikan melalui tatapan itu, meski tanpa bicara. Keduanya tidak menduga kalau pada akhirnya mereka akan bertemu juga. Drake melangkahkan kaki nya, hingga jarak mereka terkikis. Drake meraba wajah Tania, seolah tidak mempercayai yang berdiri di hadapan nya saat ini adalah Tania, wanita yang dulu diabaikannya kehadirannya. Namun, pada ak

