Aluna sampai di depan pintu apartemen ibunya, segera di pencetnya bel apartemen. Tak lama kemudian pintu pun terbuka. Jessica menatap heran ke arah putrinya yang terlihat kacau. Dipersilahkannya Aluna masuk. Hubungannya dengan putrinya, bukanlah hubungan, layaknya ibu dan anak yang normal. Ia tidak bisa dekat dengan putrinya itu, sejak lahir Ia memang sudah menolak kehadirannya dan ditambah dengan dirinya yang harus menjalani masa tahanan 13 tahun lebih. Ia mendapat remisi dan keringanan hukuman, hingga kebebasannya dipercepat dari seharusnya. Jessica mempersilahkan Aluna duduk dengan jalannya yang tertatih, karena belum terbiasa dengan kaki palsunya. Jessica duduk di sebelah putrinya, kecanggungan begitu terasa diantara keduanya. Aluna merasa tidak nyaman saat berdua, seperti ini berdu

