Tania menjerit kaget saat tangannya di Tarik oleh seseorang secara tiba-tiba. “Non, ini pak Ahmad, ayo cepat kita pergi dari sini. Bi Ira sudah menunggu di mobil.” Pak Ahmad membimbing Tania menuju ke mobil yang terparkir. Tania merasa sedikit lega, ada pak Ahmad bersama dengannya. Namun, kelegaan Tania tidak berlangsung lama. Saat mereka sampai diparkiran mobil pak Ahmad, Tania melihat di depannya telah berdiri pria bertopi yang dilihatnya menguntit dirinya. Tania semakin erat menggenggam tangan pak Ahmad. Badannya kembali bergetar, ada rasa takut melihat tatapan mata pria itu. Tania yang terfokus pandangannya kepada pria bertopi di depannya tidak menyadari kalau ada rekan dari pria bertopi tersebut yang berdiri tepat di belakangnya. Tania dan pak Ahmad tidak sadar kalau ada bahaya lain

