Drake pun masuk ke dalam ruang operasi dan melapisi pakaiannya dengan pakaian berwarna hijau. Drake menghampiri Tania yang masih tidak sadar di atas brankar. Seorang wanita dengan pakaian medis menghampiri Drake, sambil menyerahkan buntalan kepada Drake. Drake menerima buntalan, yang ternyata adalah seorang bayi. Drake menangis melihat bayi mungil yang ada di gendongannya. “Putra Bapak terpaksa harus dilahirkan dengan jalan operasi cesar diusianya yang masih prematur. Dan syukurnya berat badan anak Bapak mencukupi dan anak bapak terlahir dengan sempurna, tidak kurang suatu apapun. Silahkan bapak mengadzani anak Bapak.” Wanita petugas rumah sakit tersebut menjelaskan kepada Drake kondisi anaknya. Dada Drake membuncah, melihat anak laki-lakinya yang terlahir dengan sempurna dan sehat. Rasa

