Rania menatap tajam putranya, “Kamu melamar kerja tanpa sepengetahuan Bunda. Kenapa, kau mencari kerja? Bunda masih bisa membiayai kuliahmu,” ucap Rania pelan. Ardy menghampiri Bunda nya dan dipeluknya, “Aku tahu, Bunda pasti bisa membiayai hidup ku. Aku anak lelaki, Bun. Sudah sepatutnya Aku bekerja. Aku juga mau membahagiakan Bunda dan membelikan Bunda hadiah dan mengajak Bunda jalan-jalan. Bunda tidak pernah membeli sesuatu untuk diri Bunda sendiri atau jalan-jalan.” “Bunda tidak perlu itu semua, melihat Kamu sehat dan bisa kuliah dengan baik, sudah buat Bunda bahagia.” “Tetap saja, Bun. Aku mau beri sesuatu buat Bunda. Tidak hanya Aku aja loh, bun, yang kuliah sambil bekerja. Bunda ijinin Aku buat kuliah, ‘kan?” Rania tidak mau mematahkan semangat putra nya yang akan kuliah sambil

