Belum lagi Ardy melangkahkan kakinya, Daniel memanggilnya. “Saya belum membolehkan Kamu untuk pergi. Silahkan duduk kembali!” Perintah Daniel tegas. Sedikit ragu, Ardy kembali duduk di tempatnya tadi. Di tatapnya Daniel dengan heran, Ia tidak mengenal siapa pria itu sebenarnya dan mengapa manager HRD itu sepertinya hormat dengannya. Daniel menatap ke arah manager HRD, “Kamu terima keponakan Saya bekerja di sini dan tempatkan Ia sebagai OB dengan jam kerja yang menyesuaikan jadwal kuliah Ardy. Saya tidak mau mendengar ada laporan Ardy disakiti, Karena Saya sudah menganggapnya seperti keponakan Saya sendiri,” ucap Daniel memperingatkan manager HRD itu geram. “Baik, Pak. Akan Saya tempatkan Ardy sebagai OB dengan jam kerja menyesuaikan jadwal kuliahnya,” jawab manager HRD bernama Hadi. Da

