Begitu selimut di sibak, Jessica melihat kedua kakinya yang sudah tidak ada sebatas lutut. Jessica menjerit histeris, dilemparnya bantal dan selimut ke sembarang arah. Netra hitam nya bertemu dengan netra biru milik Drake. Dengan air mata yang berlinang dan ingus yang ke luar, Jessica berucap kepada Drake, “Kenapa Kau membiarkan mereka memotong kaki ku. Kenapa Drake!” Bentak Jessica dengan berteriak. “Kau tentu merasa senang bukan, sudah berhasil membuatku seperti ini, sekarang Aku tidak dapat berjalan lagi. Kenapa kalian semua jahat kepada ku?” tanya Jessica dengan penuh kemarahan. Drake menatap Jessica, “Aku minta maaf, Jess. Namun, Aku terpaksa memberikan ijin kepada tim medis dalam melakukan amputasi untuk menyelamatkan nyawa mu.” Terang Drake. “Ini semua adalah balasan dari segala

