Ardy mengabaikan rasa sakit di sikunya, hatinya lebih sakit daripada siku dan kakinya. Ardy duduk di halte bus menunggu bus datang. Ardy berharap bundanya tidak bersedih mengetahui Ia diam-diam pergi ke Jakarta. Bus yang Ardy tunggu akhirnya datang juga, Ia segera naik dan segera duduk pada kursi bus bagian tengah. Setelah berganti bus dan menempuh perjalanan lebih dari 3 jam, Ardy sampai di terminal bis saat hari sudah malam. Ardy turun dari bis yang dinaikinya dan mengambil sepeda ontel miliknya yang terparkir. Dengan mengayuh sepeda ontel miliknya, Ardy menyusuri jalanan menuju desanya yang gelap. Hanya sesekali saja cahaya terlihat dari rumah penduduk yang di lewatinya. Menjelang tengah malam, Ardy pun tiba di gubuk tempat tinggalnya. Saat sampai Ardy menatap miris gubuk tempat ting

