Setelah jam istirahat berakhir, tiba-tiba saja Zeon menarik Caca keluar kelas dan membawa gadis itu ke belakang labor bahasa yang jarang terpakai. "Zeon! Kenapa lo bawa gue ke sini?" "Sorry!" Zeon tiba-tiba meminta maaf. "Gue bingung harus gimana, makanya gue langsung bawa lo ke sini." Caca mengernyit bingung, namun berusaha memaklumi. "Oke. Oke. Ada yang mau lo omongin?" Zeon mengangguk cepat. "Soal Qeenan." "Qeenan?" Caca membelalakkan matanya. Ia baru teringat lagi dengan sekelebat wajah Qeenan yang muncul tadi pagi. "Astaga iya Qeenan!!" "Lo udah tau kalau Qeenan dibawa paksa ke kastil Moran?" "Iya, gue tau." "Syukurlah. Gue jadi gak perlu ngejelasin terlalu panjang lagi." Zeon bergerak-gerak kikuk. Ia terlihat gelisah dan sekarang mulai mondar mandir tak jelas di depan Caca

