Selagi Lana sibuk dengan kembang apinya. Zack beringsut mendekati Zeon. Zeon terlihat tak peduli. Ia hanya melirik Zack sekilas dan kembali meminum sodanya seraya menatap kembang api di langit. "Bagaimana keadaan teman mu?" Zeon memicingkan mata sembari menoleh. "Bang, please jangan kaku gitu kalau ngomong." Zack mengulum bibir malu. Karena terbiasa membaca buku dan berinteraksi dengan orang banyak dan terlebih lagi aneh, Zack jadi terbiasa menggunakan bahasa yang terdengar kaku di telinga Zeon. "Oke. Gimana teman lo itu?" "Teman yang mana?" Zeon balik bertanya. "Cucu Moran." "Qeenan?" "Aku tidak tahu namanya.. eh." Zack buru-buru bicara lagi saat mendapat delikan dari Zeon. "Gue gak tau namanya." Lana kembali duduk setelah selesai bermain-main dengan kembang api. "Kok lo bisa

