30. Tingkatan Tertinggi Kesedihan Caca

2479 Kata

Redana menepikan mobilnya, ralat mobil Kalen yang ia pakai di tepi pagar rumah Mario. Ia keluar dengan sekantung cemilan serta minuman, lalu menekan bel rumah Mario. "Spada! Ada Redana cantik di sini!" "Berisik woi!" teriak Mario seraya membuka pintu rumah, tapi tak urung cowok itu berjalan mendekati pagar dan membukanya untuk Redana. "Sore ganteng!" "Ck. Gak usah basa-basi, mau apa lo ke sini?" "Kasar banget sih." Redana cemberut sembari melangkah masuk. Kemudian ia mengaduk isi tas ransel yang ia sandang, mengeluarkan notes kecil dan pulpen. "Gue ke sini mau nanya, tadi di sekolah ada pr gak?" "Ha? Lo nanya pr?" Mario seolah tak percaya. Cowok itu menutup mulutnya, shock. "Iya. Kenapa sih ekspresi lo gitu banget?" "Gue gak nyangka lo ternyata peduli juga sama pr." "Emang kenapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN