Menjelang pagi, es tipis yang melingkupi pintu kamar Caca mulai mencair. Rafka yang menyadari hal itu saat membuka mata dibuat takjub sekaligus penasaran akan perasaan Caca sekarang. Semalam, setelah Caca masuk ke dalam kamar dan membuat pintu kamarnya terlapisi es, Bara pergi begitu saja. Rafa dan Rafka pun berinisiatif untuk tidur di depan kamar Caca beralas kasur santai. Tapi, pagi ini Rafa dapat telepon mendadak dari kantornya dan harus segera berangkat, makanya hanya Rafka seorang diri di depan kamar Caca melihat lapisan es itu mencair. Kenop pintu bergerak ke bawah. Agaknya Caca hendak membuka pintu. Rafka masih di posisi yang sama melihat pergerakan pintu itu. Hingga suara decit pintu terdengar dan sosok Caca muncul dengan piyama dan mula sembab. Gadis itu menatap nanar pada Rafk
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


