Asteria menatap sebuah amplop mencurigakan di mejanya. Amplop itu terbuat dari kertas merah. Ukurannya sama dengan amplop dokumen biasa jadi bukan angpao uang. Posisi menaruhnya tepat berada di atas keyboardnya. Asteria akan biasa saja kalau amplop itu berwarna putih atau coklat. Amplop tipe itu termasuk ke dalam amplop kantor yang umum. Pak Dungdung selaku OB biasanya yang menempatkan amplop seperti itu di baki khusus surat masuk. Biasanya akan dia mengeceknya bersama surat lain sebelum dibawa masuk ke ruangan Mister Chandra. Sayangnya amplop merah ini, selain aneh juga tidak ada nama pengirim dan penerima. Hanya sebuah amplop polos yang terbuat dari kertas licin. Asteria berdebat dengan dirinya sendiri untuk membukanya atau tidak. Mister Chandra telah membuat peraturan khusus untuknya

