Part 25

1931 Kata

Asteria dapat merasakan alarm tubuhnya memaksanya untuk bangun. Dia mengerang dan merenggangkan tubuhnya. Asteria meraba-raba sekitar mencari ponselnya untuk melihat jam, tapi tidak ada apapun disekitarnya. Wanita itu bangun dengan malas. Dia masih memejamkan mata saat mencoba duduk di tempat tidur. Tempat tidur yang digunakan ini terasa sangat empuk dengan selimut yang lembut dan wangi. Dia merasa aneh karena biasanya kasur di kosannya terasa keras dan menyakiti punggung. Dia menggaruk kepalanya dan mulai membuka mata. Ruang kamar tidur yang luas dengan warna monokrom yang elegan. Matanya langsung terbuka lebar, ini bukan kamar kosnya. Dia melihat sekitarnya dengan panik. Dimana tempat ini? Bajunya masih sama dengan yang kemarin dia pakai. Kamar asing tapi juga familiar, seperti pernah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN