Bab 19Gadis yang Tak Percaya Kata Cinta * Beberapa tahun kemudian. Gadis itu melihat bayangannya sendiri dari cermin di depannya. Cermin yang memantulkan bayangan seluruh tubuhnya. Tubuh yang telah berubah seiring dengan ia yang semakin tumbuh. Tubuh dengan ketinggian seratus tujuh puluh centimeter, pinggang ramping ditambah pinggulnya yang berbentuk indah. Tubuh tinggi dan kurus yang dulu selalu menjadi bahan olok-olok teman-temannya, kini sudah terlihat lebih berisi. “Sempurna!” Gadis itu berkata pada diri sendiri, setelah memastikan penampilannya sesuai dengan yang diinginkan. Gadis itu keluar dari kamar. Kamar yang tak sama dengan miliknya dulu. Ia melihat perempuan yang telah membesarkannya itu duduk di ruang keluarga sambil menikmati secangkir teh dan beberapa camilan. Hari Min

