Bab 25Malam yang Kelam * Malam itu terlalu pekat untuk dilalui oleh seorang gadis belia yang baru saja memasuki usia dua belas tahun. Gadis yang kehilangan pelukan, cinta dan kasih sayang, ia terluka dan putus asa. Ketakutan. Takut untuk hidup sendirian tanpa pegangan, tanpa seorang ibu, membawanya pada sebuah keputusan sulit. Ia memilih untuk mengakhiri hidupnya. Bahkan rasa putus asa itu tak dapat ditutupi oleh sejuta kenangan tentang ibunya. Tetap saja orang yang memberikan kenangan itu tak dapat lagi ia sentuh. Yang Silvi tahu, Hera meninggalkannya karena seorang lelaki. Kesedihan dan luka juga ia rasakan kembali saat mengingat satu nama yang selama ini membuat hidupnya lebih indah. Araska Pratama. Lelaki yang ia sebut sebagai cinta pertamanya. Silvi berjalan tak tentu arah. Seper

