Bab 27Terluka * Siang itu, Naya pulang ke rumah. Ia berdiri di depan bangunan kokoh yang beberapa tahun ini menaunginya dan keluarga kecilnya. Perempuan itu tak punya nyali untuk masuk ke dalam sana. Meskipun ia tak bersalah, tapi Hadi seolah menghukum semua kesalahan itu padanya, tanpa mau mendengarkan. Hadi hanya mengandalkan penglihatan saja. Melihat istrinya tidur seranjang dengan bos, hanya itu yang ia lihat dan menyimpulkan. Mata Naya masih sembab, karena sepanjang jalan ia menangisi nasib sialnya. Ia membenci wajahnya yang menarik perhatian Aryan, ia membenci segalanya, merasa begitu jijik pada diri sendiri. Seandainyakeadaan terbalik, mungkin saja Aryan tak akan tertarik. Tapi, Naya bisa apa? Semua itu anugerah yang orang lain impikan, tapi malah menjadi petaka untuk Naya. Naya

