Bab 29Debar yang Kembali Ada * “Good!” puji sang direktor pada dua modelnya. Direktormenjetikkan jari sambil tersenyum, ia tampak sangat puas dengan kinerja model terbarunya. Kemampuannya benar-benar bisa diandalkan dalam situasi mepet seperti ini. Sepasang bola mata Andri dan Araska saling beradu sejenak, sebelum keduanya saling menoleh karena ada perasaan yang mendalam yang sudah dijelaskan keduanya. Mereka tersenyum setelah mendengar sang direktor mengatakan puas atas kinerja mereka. Lega, akhirnya proyek ilkan itu bisa terselesaikan, dan menunggu hasilnya. “Kalian kelihatan kompak banget. Udah lama kenal ya?” tanya sang direktor, sembari tatapannya bergantian dari Andri ke Araska. “Hah, belum.” Andri menjawab setengah gugup. “Iya, udah lama.”Araska menjawab tak kalah cepat. Hing

