Bab 47Pendar Mata yang Lemah * Uta sedang istirahat setelah mendapat pemeriksaan dari dokter. Lelaki paruh baya yang mengenakan pakaian putih itu mengatakan bahwa gadis itu baik-baik saja. Jika mungkin sedikit terlambat mendapatpertolongan, maka racun itu akan menyebar ke seluruh tubuhnya. Kesepian dan luka membuat hidup Uta tak tentu arah. Pulang dan pergi ia selalu melihat kehancuran dan keegoisan dari orang-orang di rumahnya. Gadis itu terlalu patah pada sosok yang dianggap paling mencintai, paling mengerti. Sang papa, yang sebagian darahnya mengalir dalam diri Uta. Namun, gadis itu tak lagi melihat cinta yang sama seiring waktu berjalan. Sejak mamanya meninggal, Uta merasa hidup sendirian. Ingin segera keluar dari rumah yang serupa neraka itu, tapi ia tak punya tempat lain untuk p

