Bab 21. Rahasia yang Belum Terungkap

1862 Kata

“Matt…” suara Aurora serak, lirih, hampir tenggelam dalam kepingan kantuk yang masih melekat. Jemarinya gemetar saat menyentuh wajah Matthew yang damai, tertidur dengan tenang di sampingnya. Sejak kapan pria ini pulang? Aurora menoleh sebentar, menatap jam di atas nakas. Jam menunjukkan pukul 2 pagi. Terlalu dini untuk bangun, namun rasa pusing di kepalanya seperti gelombang yang memaksa tubuhnya bergerak. Aurora menahan napas, perlahan menegakkan tubuhnya hingga berhadapan dengan suaminya. “Matt…” bisiknya, nyaris terdengar seperti doa. Mata abu-abu Matthew berkerjap perlahan, lalu terbuka sepenuhnya, menatap Aurora dengan ketajaman yang membekukan darah di tubuhnya. “Kau… sudah sadar?” suaranya berat, penuh kecemasan. “Bagaimana keadaanmu, Love?” Aurora mengangguk, mencoba tersenyum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN