Aurora sudah mengemasi beberapa bajunya, tubuhnya tampak tegang dan matanya sembab. Udara segar sepertinya satu-satunya pelarian dari rumah yang setiap hari menyiksa hatinya. Ia ingin menjauh, ingin menghirup dunia luar sebentar, jauh dari tatapan Matthew, jauh dari Beverly yang terus muncul. “Apa yang kau lakukan, Aurora?!” desis Matthew ketika melihat koper terbuka dan barang-barang berserakan di lantai. Aurora menahan napas, tak menoleh. “Aku… butuh udara segar,” jawabnya pelan, matanya menatap sepatu yang ia pilih untuk dipakai. “Tidak ada yang boleh keluar dari rumah ini!” suara Matthew terdengar lebih keras, tegas, tapi ada nada panik di dalamnya. Aurora menggigit bibir, menahan air matanya. “Aku tidak butuh izinmu,” gumamnya, mengingat perkataan dokter Meena. Jangan stres… janga

