Perintah

1518 Kata

Begitu urut mengurut selesai, mungkin berlangsung lebih dari dua jam. Baru saja Sena mau menghampiri Mala, katanya dia telah memesan kamar untuk mereka. Meski Sena sendiri harus merelakan uangnya keluar lebih karena Lyden untuk malam ini tidur di tempat yang berbeda. Lelaki itu dengan mudah tertidur setelah diurut, pasti sangat menyakitkan. Dalam satu hari ini dia telah melewati banyak hal, begitu kenop pintu diputar yang Sena lihat adalah pemandangan yang tak jauh beda. Berjalan mendekat, Sena menggendong Mala ke kasur single bed yang memang untuknya. Menyelimutinya agar hangat, yang paling menderita karena kejadian hari ini selain Lyden tentu Mala. Bahkan mungkin untuk lelaki seperti Lyden yang akan dengan mudah lupa kejadian kemarin, tidak dengan perempuan ini. Sungguh Sena yakin t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN