Pemandangan di luar kereta, bagaimana bangunan-bangunan megah yang mereka lewati. Sampai sebuah pagar tinggi menjulang menyambut mereka, samar di dalamnya Mala lihat bangunan dengan pondasi tinggi dan kaya arsitektur. Apakah itu istana? Pikirannya mulai cemas, apakah dia melakukan kesalahan sebagainya? Kenapa dia dibawa ke istana? Tangan tan itu sedikit bergetar. Dari gerbang yang terbuka, Mala tidak lagi ditanya identitas diri. Butuh beberapa lama dari gerbang hingga sampai ke bangunan istana itu. Sejauh itu pemandangan taman yang begitu luas serta air mancurnya memang tidak bisa dibandingkan dengan yang ada di luar. Mirip seperti yang digambarkan di buku dongeng saat kecil dia baca. "Yang Mulia, kita telah sampai." Sebuah suara menginterupsi, membuka pintu kereta. Uluran tangan meny

